Motor untuk Dai di Pegunungan Tampobulu

Ustadz Harun merupakan dai yang selama ini berkiprah dakwah di Pegunungan Tampobulu Maros, Sulawesi Selatan.

Lokasinya tidak bisa dibilang dekat. Minimal memakan waktu sekitar satu jam dari Tamalanrea, Makassar dengan menyusuri jalan yang baru dengan sebagian jalan masih dominan pepohonan di kanan dan kiri.

Kondisi itu jadikan kiprah dai jauh dari sorotan media. Namun, sekalipun jauh dari perkotaan, dakwah di pegunungan itu tetap membuatnya lemah semangat.

Tekadnya kokoh dalam mengemban amanah dakwah. Dipesantren yang ia bina, terdapat 70 santri yang ia bimbing  untuk menjadi pengahafal Alquran di Pondok Pesantren Ummul Qura.

Meski demikian ia juga rutin dakwah untuk berjumpa langsung dengan masyarakat yang lokasinya dekat pesantren.

“Tapi kadang juga lebih masuk lagi ke pegunungan dan memerlukan kendaraan khusus,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sulawesi Selatan, Syamsuddin.

Salah satu wilayah yang ia datangi adalah Bontobonto. Desa Bontosomba, daerahnya terpencil dan masuk wilayah hutan. Menurutnya walau wilayahnya jauh tetap saja masyarakat harus mendapatkan pencerahan akidah dan dakwah.

Untuk mendukung dakwah tersebut Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) memberi bantuan motor yang diserahkan oleh Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir kepada Ustadz Harun.

“Motor yang telah dimodifikasi ini diharap mampu memberikan solusi untuk melakukan dakwah di medan jalanan yang cukup berat, sehingga dakwah bisa menyentuh masyarakat terpencil di pegunungan ini,” ungkap Kadir (3/11).

Hadir dalam penyerahan motor sekaligus memberikan motivasi dakwah, tokoh masyarakat Sulsel, Ustadz Aziz Qahhar Muzakkar. Ketua Yayasan Al Bayan, Suwito Fattah. Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulsel, Nasri Bohari dan para dai tangguh senior lainnya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *