Merasa Lebih Baik

Oleh: @mohammadfauziladhim

Sebelumnya ia sangat dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Ahli sujud, hamba Allah yang sangat taat. Tetapi ia tergelincir sejauh-jauhnya, bahkan tegas menentang perintah Allah Rabbul ‘Alaamin kepadanya. Apa sebab? Karena merasa lebih baik dibandingkan sosok yang kepadanya ia diperintahkan-Nya untuk bersujud

Merasa lebih baik membuatnya terhalang dari kebaikan yang lebih besar. Merasa lebih baik membuatnya bahkan berani menentang perintah Yang Maha Baik, Dzat yang ia ketahui dengan haqqul yakin dan ainul yaqin adalah Rabb Pencipta Alam Semesta, Pencipta dirinya. Tetapi ia menolak perintah Allah Yang Maha Mulia dengan mengatakan, “أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ” Aku lebih baik daripada dia

Renungi sejenak:

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. QS. Al-A’raf, 7: 12

Merasa baik membuat orang menolak kebenaran, bahkan yang terang benderang, hanya karena penyampai kebenaran itu sosok yang dianggapnya rendah. Merasa lebih baik membuat kita dengan kekurangan dan keburukan kita. Atau jangan-jangan kita merasa tidak punya kekurangan?
.
Awalnya bersebab merasa lebih baik. Berikutnya ia mudah meremehkan orang lain. Ini merupakan jalan mudah untuk menyombongkan diri seraya mencela orang-orang yang telah nyata kebaikannya, menganggapnya tidak ada hanya karena kekurangan yang sedikit dan bahkan menganggap orang yang istifadah (mengambil faedah) dari ilmu orang-orang mulia itu sebagai kehinaan dan kebodohan. Padahal ia masih sangat miskin ilmu, setidaknya dibandingkan para ulama besar di masa lalu yang telah meletakkan tonggak-tonggak penting keilmuan agama ini

Lebih celaka lagi jika karena merasa lebih baik disebabkan mendengar satu dua kajian, lalu ringan hati menyombongkan diri. Sombongnya orang kaya bukanlah kebaikan. Tetapi orang sangat miskin yang menyombongkan diri lebih tercela lagi. Apalagi jika berkumpul pada dirinya miskin harta miskin ilmu, namun besar kesombongannya.

Kitakah itu?

sumber: https://www.instagram.com/p/BglA7HJljXL/

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *