Menjadi Keluarga Pejuang

Pakar Parenting Qur’ani, Ustadz Zainuddin Musaddad berbagi pengetahuan sekaligus pengalaman bagaimana membangun keluarga yang bukan sekedar sejahtera, tetapi keluarga pejuang.

Dalam helatan sederhana di Jalan Aki Balak RT.15 Ruko Juwita Regency Kota Tarakan itu (3/3), ayah dari hafidz dan hafidzah itu menjelaskan bahwa Alquran adalah sumber dari kemajuan umat Islam.

“Kapan umat Islam maju, saat keluarga-keluarga orang Islam menjadi keluarga pejuang. Bagaimana itu, yakni senantiasa berupaya menghadirkan darah perjuangan penuh keberkahan,” ulasnya.

Dalam hal ini, mulai dari istri sampai suami harus benar-benar sadar bahwa hidup adalah perjuangan.

“Perjuangan hidup ini untuk teguh di atas nilai-nilai kebenaran. Perjuangan hidup ini untuk selalu memastikan bahwa harta yang kita peroleh tak sekedar halal tapi juga bersih 100% dari unsur subhat. Kalau mau infaq, sedekah, jangan karena kaya, tapi karena ingin ridha Allah. Kalau seperti itu, infaq tak perlu menunggu kaya, sekarang saja,” jelasnya.

Salah seorang peserta kajian ini Nur Hasanah mengaku sangat termotivasi untuk hidup dengan semangat memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kebenaran dalam diri dan keluarga.

“Acaranya sangat memberi pengaruh atas konsep berumah tangga guna mendukung tugas suami sama-sama menjadi keluarga pejuang, keluarga yang menjalani kehidupan bukan karena sekedar butuh tapi sadar bahwa semua yang Allah perintahkan harus dilakukan dengan mindset perjuangan,” tuturnya.*/Nor Komara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *