Alasan Kuat Mengapa Kita Harus Menghindari Sifat Kikir

Orang yang kikir adalah orang yang enggan mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Sumber: unsplash.com

Tidak dipungkiri lagi bahwa salah satu sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap individu adalah sifat kikir atau pelit. Ditambah lagi Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya dengan tegas melarang setiap umat untuk berperilaku demikian. Oleh karena itu, ada baiknya kita harus mempelajari dan mengetahui alasan utama mengapa kita harus menghindari sifat kikir agar tidak mudah terjerumus ke dalam perangkat setan.

Sifat kikir atau pelit ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa memiliki sifat yang buruk ini. Salah satu faktor utamanya adalah ketika seseorang lebih mencintai dan tidak ingin kehilangan dunia, sehingga seakan-akan lupa bahwa sesungguhnya kekayaan di dunia ini dihadirkan hanya sebagai bentuk ujian dan tidak akan kekal selamanya.

Setiap individu yang mengimani adanya Hari Pembalasan seharusnya sudah tahu mengapa kita harus menghindari sifat kikir dan pelit serta paham bahwa harta kekayaan yang dimiliki adalah alat atau wasilah untuk mendapatkan pahala dengan cara bersedekah dan berbagi kepada orang-orang yang memerlukan bantuan.

Mengenal Apa Itu Sifat Kikir

Sifat kikir dalam istilah syar’i disebut dengan bakhil yang artinya adalah sifat seseorang yang enggan untuk mengeluarkan sebagian hartanya di jalan Allah. Ia sibuk mengumpulkan harta kekayaan namun tidak mau menyedekahkan sebagian harta tersebut kepada orang lain yang membutuhkan. Orang yang memiliki sifat bakhil atau kikir ini lebih memilih untuk mengejar harta dunia dibandingkan pahala yang Allah siapkan.

Orang yang telah dibutakan matanya karena harta yang berlimpah menganggap bahwa seluruh harta tersebut ia dapatkan karena usaha kerasnya. Padahal, jika ia mengetahui sebenarnya rezeki yang ia dapatkan adalah bagian dari takdir yang telah Allah tetapkan untuknya. Akan tetapi hal ini menjadi terlupakan akibat kecintaan yang berlebihan terhadap dunia beserta perhiasannya.

Orang yang kikir adalah orang yang enggan mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Sumber: unsplash.com
Orang yang kikir adalah orang yang enggan mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Sumber: unsplash.com

Di dalam agama Islam, sifat kikir atau bakhil adalah satu satu sifat sekaligus perbuatan maksiat yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan dan menjelaskan mengapa kita harus menghindari sifat kikir dalam firmannya yaitu sebagai berikut:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali Imran: 180)

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah pelajaran bahwa sesungguhnya seluruh harta kekayaan itu adalah kepunyaan Allah. Sehingga hamba-Nya tidak patut untuk memiliki sifat pelit dan kikir yang mana sama sekali tidak memberikan keuntungan baginya. Melainkan dapat mengundang azab yang sangat pedih di akhirat kelak.

Alasan Mengapa Kita Harus Menghindari Sifat Kikir

Apabila setiap muslim menyadari bahwa segala yang dimiliki hanyalah titipan yang kelak harus dipertanggungjawabkan, tentu hal tersebut akan membuatnya mudah untuk menghindari sifat kikir. Namun, kebanyakan manusia tertipu akan indahnya harta kekayaan dan kekuasaan sehingga membuat dirinya merasa semua itu adalah kepemilikannya.

Untuk itulah Allah dan Rasul-Nya mengingatkan sekaligus memperingatkan setiap umat Islam untuk menjauhi dan menghindari sifat kikir. Diantara alasannya adalah sebagai berikut:

1. Allah akan kikir kepada orang yang memiliki sifat kikir

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan dalam haditsnya yang berbunyi:

“Bersedekahlah kamu dan jangan menghitung-hitung karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepadamu. Dan janganlah kikir, sebab Allah akan kikir pula kepadamu.” (HR. Muslim)

Dari hadits ini dapat dimaknai bahwa orang yang memiliki sifat kikir dan tidak mau menyedekahkan sebagian hartanya di jalan Allah, maka ia harus siap menerima balasan dari apa yang ia perbuat. Maka, jangan sekali-kali memupuk sifat kikir dalam diri jika tidak ingin mendapatkan kerugian besar di akhirat nanti.

2. Sifat kikir dapat membinasakan dan menghancurkan dirinya sendiri

Orang kikir akan sengsara. Sumber: unsplash.com
Orang kikir akan sengsara. Sumber: unsplash.com

Hadist lain yang menjelaskan bahwa sifat kikir dapat memberikan keburukan bagi kehidupan adalah:

“Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak dan pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil, maka mereka pun bersifat bakhil. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Dan sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa.” (HR. Ahmad)

3. Memiliki sifat kikir dapat menumbuhkan rasa haus untuk meraup harta

Sifat kikir tidak hanya dideskripsikan untuk orang yang tidak mau mengeluarkan sebagian hartanya untuk kebaikan, tetapi orang yang memiliki sifat kikir akan menjadikan dirinya haus akan harta dan tidak pernah merasa cukup. Semakin orang bernafsu untuk menumpuk kekayaan, maka sifat kikir tersebut akan semakin menjadi-jadi.

Orang yang memiliki sifat pelit dan kikir juga cenderung memiliki ketakutan akan jatuh miskin apabila ia mengeluarkan sedikit sebagian hartanya. Mengenai hal ini, salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus khalifah umat muslim yaitu Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu mengatakan hal sebagai berikut:

“Aku heran dengan orang yang kikir karena ia hanya mempercepat laju kemiskinannya, padahal ia berusaha lari dari kemiskinan. Ia kehilangan kesenangan hidup yang ia dambakan (sebab tidak dapat menikmati hartanya akibat kebakhilannya). Ia hidup seperti orang yang miskin, akan tetapi ia harus mempertanggungjawabkan hartanya di hari kiamat seperti orang kaya.”

Sedekah Mencegah Seseorang Dari Sifat Kikir

Bersedekah untuk menghindari sifat kikir. Sumber: unsplash.com
Bersedekah untuk menghindari sifat kikir. Sumber: unsplash.com

Sifat kekikiran yang terus dipupuk lama kelamaan akan menjadi senjata yang akan berbalik dan mencelakakan hidup orang itu sendiri. Itulah mengapa kita harus menghindari sifat kikir yang bisa saja masuk ke dalam diri kita. Salah satu upaya untuk menghindari sifat buruk tersebut adalah dengan bersedekah di jalan Allah.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan kepada seluruh hamba-Nya bahwa segala sesuatu yang disedekahkan di jalan-Nya tidak mungkin menjadi perbuatan yang sia-sia.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

”Apa pun yang kalian infakkan, maka Dia (Allah) akan menggantikannya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Saba: 39)

Dengan menyalurkan zakat dan sedekah kepada orang yang membutuhkan, Anda tidak hanya dapat terhindar dari bahaya sifat kikir, tetapi juga mendapatkan doa kebaikan dari orang-orang yang menerima bantuan tersebut.

Jika Anda ingin menyalurkan bantuan sedekah atau bayar zakat online dengan mudah, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga terpercaya seperti BMH (Baitul Maal Hidayatullah). Sebagian rezeki yang Anda keluarkan dijalan Allah, tentu akan memberi kebaikan bagi Anda di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.