Masyarakat Palu Siap Bangkit

Kota Palu berangsur bangkit. Aktivitas warga sudah mulai terlihat, di beberapa titik toko telah terbuka. Penjual martabak tampak kwalahan melayani pelanggan, jelang isya pedagang sudah tutup. Habis.

“Kalau malam begini kami pergi ke gunung. Siang kami lihat rumah. Melakukan apa saja yang bisa di lakukan,” ujar Umar saat bertemu di jalan.

Mengungsi dalam kelompok kecil dan terpisah menyulitkan mereka mendapatkan akses bantuan. Salah satunya pengungsi yang berada di area TPA Kawatuna.

“Kami hanya perlu tenda dan bahan makanan,” kata Umar. Ia berujar saat ini walau ada uang, barang masih sangat sulit untuk didepatkan. Jadi sdirinya masih mengharapkan bantuan dari berbagai pihak.

Umar mengatakan setalah kondisi membaik ia akan membuka usaha lagi. “Kalau bukan kita warga Palu yang menghidupkan kota ini siapa lagi, mau berkerja di kota lain juga bukan perkara mudah. Sementara kita sudah memahami apa yang pasa untuk usaha di tempat ini,” ucap pria yang sebelumnya ia berkerja rental kendaraan dan berjualan Sepatu.

Relawan Laznas BMH di Palu menyerahkan bantuan logistik di pengungsian yang berada di Tondo Kota Palu

Laznas BMH yang tergabung dalam Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah untuk palu yang di dalamnya ada, SAR Hidayatullah, Islamic Medical Service. Setiap harinya mendistribusikan 400 porsi makanan siap santap. 300 paket sembako yang langsung di berikan di lokasi pengungsian.

Salah seorang pengungsi yang baru pertama menerima bantuan setelah 9 hari mengungsi adalah Ibu Fatimah, Ia tak kuasa  menahan tangis.

“Bagaimana so kita mau senyum kalau dapat musibah begini,” Kisahnya sambil terisak.  Fatimah “Alhamdulillah sekarang ada bantuan beras dan mie, ini saja kami makan,” tuturnya kepada tim relawan Laznas BMH.*/Bas

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *