Masyarakat dan Pemerintah Dukung Pesantren Tahfidz Perbatasan

Perwakilan Kecamatan Sebatik Tengah Hary Adianto bersama BMH dan Pengurus Pesantren Darul Hijrah Sebatik

“Meski Pulau Sebatik termasuk daerah terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Sebatik tak tertinggal dari daerah lain, baik dalam hal pembangunan infrastuktur maupun manusianya. Terlebih pembangunan itu tak hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun juga didorong dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat.”

Demikianlah yang disampaikan oleh Camat Sebatik Tengah Drs. H. Haini melalui Hary Adianto, ST Kasi Sosial Ekonomi, saat tim BMH datang bersilaturrahim ke kantornya Senin (2/4/2018).

Kali ini menurut Hary, hal yang membuatnya kagum adalah niatan BMH Kaltara melalui Hidayatullah Sebatik untuk menambah atau meningkatkan layanan pembinaan kepada masyarakat dengan mendirikan Pesantren Tahfidz.

Terlebih lagi kegumannya semakin bertambah kala disampaikan bahwa lahan atau tapak yang akan digunakan merupakan hibah dari masyarakat.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut,” ujar Pak Hary sambil memohon maaf karena Pak Camat lagi turun ke lapangan sehingga tidak bertemu langsung.

Hary juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh warga yang rela menghibahkan tanah itu perlu diteladani.

“Bagaimanapun pembangunan tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh elemen masyarakat ini salahsatu buktinya,” ujarnya.

“Kepada warga yang sudah menghibahkan tanahnya dan kesungguhan Hidayatullah membangun masyarakat Sebatik agar lebih baik lagi semoga kelak menjadi amal jariyah,” tambahnya lagi.

Audiensi ke Camat Sebatik Tengah ini sebagai langkah awal menjalin sinergi dengan pemerintah setempat, terkait rencana Hidayatullah Sebatik dalam meningkatkan layanannya kepada masyarakat dengan mendirikan Pesantren Tahfidz.

Sesuai perencanaannya, Pesantren Tahfidz ini berlokasi di Jalan Mulawarman RT. XI Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah.

Sementara itu santri yang dididik menjadi penghafal qur’an ini nantinya ada dua kategori berasrama dan tidak berasrama. Begitu juga jenjang sekolah formal para santri yaitu siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

“Alhamdulillah, saat ini gedung yang akan digunakan untuk asrama telah siap meski masih tahap pembenahan. Yang sangat penting adalah ranjang dan lemari pakaian santri termasuk juga pengadaan kamar mandi atau toilet, sehingga masih ada peluang amal jariyah bagi yang ingin membantu. Silahkan bantuannya disalurkan melalui BMH atau langsung ke lokasi,” terang Pengurus Pesantren Tahfidz Darul Hijrah Sebatik, Hasbullah.*/Man

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *