Masjid Al-Jihad Nunukan Butuh Al-Qur’an, Plafon dan Sarana Bersuci

Masjid atau mushola merupakan centra ibadah dan keilmuan masyarakat. Keberadaannya tentu saja sangat strategis bagi pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia berkualitas.

Oleh karena itu, perhatian kepada masjid mesti terus kita tingkatkan. Terutama, di wilayah yang tak mudah dijangkau, seperti warga Semengkadu Sei Solok Desa Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan Kab. Nunukan Kaltara.

“Setiap waktu sholat orang tua datang melaksanakan ibadah. Juga saban sore remaja dan anak-anak pergi ke Masjid Al-Jihad untuk mengaji dan belajar agama tingkat dasar. Selain itu, Masjid tersebut juga kadang dikunjungi warga desa hanya sekedar melepas lelah setelah bertani di ladang dan sawah,” ucap seorang warga.

Masjid berukuran 8 x 12 M² ini merupakan sarana ibadah yang aktif di gunakan warga untuk kegiatan rutin masyarakat. “Karena hanya inilah, satu satunya masjid di Semangkadu,” terang Kepala Perwakilan BMH Kalimantan Utara, Luqman Thalib.

Namun saat ini kondisi Masjid tersebut sangat memprihatinkan, sangat tak nyaman untuk beribadah di dalamnya.

“Dindingnya sudah pada yang jabuk, atap seng semua berkarat, susasan terasa gerah bukan karena sirkulasi udara yang tidak baik. Tapi disebabkan plafon yang ada sudah banyak yang rusak. Sejak dibangun pada tahun 1998 hingga sekarang belum pernah di rehab atau diganti,” urai Luqman.

Rido salah seorang warga desa berujar, “Kalau palfonnya bagus Insya Allah warga desa beribadah lebih nyaman.”

Hampir semua bagian masjid butuh perhatian dan penggantian, tapi saat ini yang paling dibutuhkan adalah plafon dan toilet. “Sejak dulu masjid ini belum punya toilet,” tegas Rido.

Selain itu, Masjid yang memiliki luas tanah 30 x 40 M² yang merupakan wakaf dari Bapak Andi Sain ini juga tidak memiliki al Qur’an dan sarana belajar mengaji bagi anak-anak TPA. Sarana tersebut seperti meja dan buku iqro’ sebagai penyemangat dan penunjang belajar agama.

Warga dusun setempat terus berupaya untuk memperbaiki bagian masjid yang rusak serta mengadakan sarana belajar nagji bagi anak-anak, namun terkendala dana, apalah daya melihat mata pencaharian sebagai petani yang terkadang pendapatan yang mereka terima pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga untuk jangka waktu tertentu.

Melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltara, kami mengajak Sahabat untuk ikut serta membantu memperbaiki Plafon dan membangun toilet (sarana bersuci) Masjid Al-Jihad agar dapat menjadi masjid yang lebih layak dan nyaman untuk dijadikan tempat beribadah dan belajar ilmu agama.

“Donasi zakat dan sedekah melalui program ini akan menjadi amal jariyah yang berbuah pahala yang akan terus mengalir, insya Allah,” ungkap Luqman.

“Dalam kegiatan rehap plafon masjid ini di butuhan anggaran yaitu Rp 24.570.000. Kemudian untuk memudahkan dan meringgankan para sahabat paket donasi Rp 200.000/ orang. Kami membutuhan 123 orang agar bisa menyelesaikan amal shaleh ini,” pungkasnya.*/Zaky

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *