Mari Bantu Pembangunan Asrama Putri di Papua

Upaya BMH dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa terus digalakkan, tidak saja di kota dan pedalaman, tetapi juga yang di perbatasan.

Dalam hal ini BMH Perwakilan Papua tengah berupaya merampungkan proyek masa depan bangsa dengan membangun Asrama Putri di Pesantren Hidayatullah Holtekamp.

“Pesantren ini sekitar 30 kilometer dari perbatasan dengan Papua Nugini. Para santrinya sangat antusias belajar. Beberapa lulusannya juga sedang menimba ilmu di Surabaya, Balikpapan dan Batam,” terang Kepala BMH Perwakilan Papua, Syahriadi.

Pembangunan Asrama Putri ini sanggat mendesak dituntaskan mengingat sarana dan prasaarana yang selaama ini ada, belum memadai

“Kami coba meninginkatkan fasilitas, saranda dan prasarana belajar yang lebih memadai, dalam hal ini asrama, agar mereka lebih nyaman dan semangat belajar. Di samping itu, asrama yang sekarang relatif kurang aman dari beragam gangguan,” imbuh Syahriadi.

Program ini merupakan bagian dari program strategis, terutama jika melihat program pemerintah bahwa wilayah perbatasan RI-PNG yang menetapkan bahwa pembangunan yang harus mendapat perhatian dan percepatan adalah pelayanan kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal (asrama).

Hampir seluruh santri yang dibina Pesantren Hidayatullah di Holtekamp berasal dari perbatasan Papua dan Papua Nugini yang mayoritas merupakan masyarakat kurang mampu, sebagian sebagai petani, nelayan, dan buruh.

“Mereka semua dididik dan dibina di pesantren tanpa pungutan biaya apapun, alias 100% gratis,” tegas Syahriadi.

Sejauh ini progres terus berlangsung, meski belum final.

“Setidaknya masih membutuhkan dana penyelesaian pembangunan sebesar Rp. 492.250.000 untuk memenuhi kebutuhan berupa keramik 50×50, pintu panel, jendela, semen, pasir, ongkos tukang, dan pembangunan lanjutan lantai dua,” urai Syahriadi.

Anda yang diberikan kelebihan rezekki oleh Allah Ta’ala, mari terlibat membangun Asrama Putri di Pesantren Hidayatullah Jayapura Papua. Kontribusi Anda akan menguatkan persaudaraan, persatuan dan tentu saja kebaikan masa depan generasi muda bangsa di ujung timur Indonesia.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *