Mari Akhiri Suram Karena Kemarau di Dusun Ngori

Sebagian wilayah di Indonesia masih ada yang tersirami air hujan, beberapa bahkan banjir. Namun demikian tidak sama dengan apa yang dialami oleh warga Dusun Ngori.

Dusun ini merupakan salah satu dusun yang setiap musim kemarau hampir dapat dipastikan masyarakatnya selalu konflik satu sama lain. Masalahnya sepele karena air. Dusun ini salah satu langganan kekurangan air setiap tahunnya.

Dusun Ngori ini berada di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dengan jumlah KK sekitar 200-an orang.

Di puncak musim kemarau biasanya sekitar bulan September hingga Desember, masyarakat di dusun ini benar-benar harus irit air.

Rata-rata sumber air di dusun ini sudah habis, semuanya dilanda kekeringan.

“Kami memang selalu dilema jika sudah musim kemarau, seluruh sumber air di dusun ini kering-kerontang. Masyarakat harus mencari sumber air di tetangga desa.

Karena kebutuhan air cukup tinggi dan sumber air terbatas, tidak jarang terjadi perselisihan antar warga karena masalah air, bisa jadi karena kurangnya saling memahami saat antrian ambil air, bisa terjadi cekcok yang berujung adu fisik,” ungkap Mas Ahmad, Warga dusun Ngori.

“Kalau masih bulan Juni seperti ini, masyarakat masih hidup layak sebagaimana mestinya, karena sumber air di dusun ini masih mengeluarkan air. Namun, kalau sudah tiba masanya musim kemarau, kehidupan warga benar-benar terganggu,” imbuhnya.

“Olehnya itu, kami selaku warga meminta tolong kepada pihak mana saja yang mau peduli kepada kami agar kiranya bisa memberikan solusi melalui pengadaan sumber air yang bisa dipakai oleh warga dusun di sini. Mungkin pakai sumur bor atau buat aliran pipanisasi untuk mengalirkan air hingga ke dusun kami, karena di desa sebelah ada sumber air yang biasa dipakai warga jika musim kemarau tiba,” sambung Bapak Parno, warga Dusun Ngori.

Laznas BMH Perwakilan Jawa Tengah telah melakukan survey dan silaturrahim.

“Insya Allah satu sasaran qurban plus BMH di tahun ini, yakni plus sumur bor akan diadakan di Dusun Ngori ini. Semoga Allah mudahkan sehingga tidak perlu lagi ada pertengkaran karena sumber air yang mengecil dan mengering. Mari bersama BMH hadirkan kebahagiaan untuk sesama, seperti masyarakat di Dusun Ngori ini,” tutup Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *