Mandiri dengan Hidroponik

“Sekarang bertani tidak hanya mencangkul, dan berpeluh keringat, dengan sistem hidroponik bisa bertani secara modern, banyak kelebihan dan manfaat yang didapat, selain bisa dijadikan hobi juga bisa bernilai ekonomis yang tinggi.”

Hal itu disampaikan Charli, petani hidroponik yang juga pembicara nasional pertanian hidroponik saat menjadi narasumber di acara Pelatihan Hidroponik bertema “Menebar Inspirasi dan Motivasi Menuju Generasi Muda yang Mandiri” di Pesantren Pertanian At Taqwa, Desa Cimanggu Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Acara yang dilangsungkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu, 28 Oktober  2017, itu diikuti oleh santri, pemuda karang taruna, dan kader PKK.

Baca: Pesantren Pertanian ini Sambut Ramadhan dengan “Gerakan Mari Menanam” pembicara lainnya Zulhaq Ramadhan, mengatakan bahwa bertani itu harus mampu berinovasi, kreatif, dan konsisten.

“Dengan bertani secara modern bisa lebih memberdayakan banyak orang, bahkan lebih gampang dikerjakan oleh para santri,” kata konsultan di beberapa perusahaan termasuk di Pesantren Pertanian At Taqwa ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nandang, pejabat dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Prov Jabar, berharap Pesantren At Taqwa yang menjadi salah satu binaan BI dapat menjadi inisiator program pemberdayaan dan kemandirian pesantren, sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Dalam acara itu hadir juga Heni, Sekda KBB yang mewakili Kabag Ekonomi. Ia berharap dan akan membantu Pesantren At Taqwa sebagai model dalam memberikan edukasi dan semangat buat pesantren lain di KBB.

“Pesantren tidak cukup belajar kitab dan ilmu fiqih saja namun ilmu pertanian modern juga perlu diajarkan kepada para santri,” katanya.

Acara pelatihan ini terlaksana atas dukungan dari berbagai pihak di antaranya pemerintah Desa Cimanggu, karang taruna, BMH Bandung, dan BI Bandung.

“Insya Allah, santri di sini selain dibekali ilmu Diniyah, hafalan Qur’an juga dibekali ilmu bertani dan berternak untuk menjadi bekal hidup dimana ia bertugas dalam mengemban dakwah,” ujar Asep Juhana, Pimpinan Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah KBB.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, sehingga bisa bersinergi khususnya pemerintah KBB dalam mewujudkan desa agrowisata, di Kampung Pangkalan RW. 08 Desa Cimanggu ini,” pungkas Asep.*/hidayatullah.com

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *