Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam

Hidup seperti orang pada umumnya tentu pilihan yang tidak salah untuk diambil. Namun, karena mengharap keridhoan Allah dengan daya dan tekad yang dimiliki, dai tangguh mencoba keluar dari zona demikian.

Ini bisa dilihat di antaranya dari kehidupan dai tangguh kala berdakwah ke Suku Anak Dalam.

Tentu saja bukan hal mudah, tapi untuk dakwah, ini harus dilakukan.

“Di lokasi Suku Anak Dalam, dai angguh BMH, hanya beralaskan daun jati dan menu nasi putih saja sudah cukup mengenyangkan hari-hari kami,” terang Kepala BMH Perwakilan Jambi Abdurrahman mengisahkan.

“Makan tanpa lauk, atau sambal, dan kerupuk. Tapi itulah yang membuat anak-anak ini semakin semangat dari kalutnya lapar. Tak ada pilihan,” imbuhnya.

Makanan, memang sekarang menjadi hal baru untuk mereka.

“Dahulu babi menjadi makanan sehari-hari mereka dan berburu menjadi tradisi mereka untuk bertahan hidup. Kalau mau beras mereka harus menempuh kurang lebih 4 Jam untuk mencapai pasar, kini mereka hanya mengandalkan ubi-ubian yang mana itu pun mereka harus berebut dengan babi dan binatang lainnya,” tuturnya.

Jadi, mari bersama, berikan perhatian kita untuk meneguhkan hidayah yang telah Allah sampaikan kepada Suku Anak Dalam.

“Tentu saja ini butuh sinergi semua kalangan, kami hanya punya tekad, jangan sampai hidayah yang telah terpancang, tiba-tiba tumbang dan hilang. Mari bersama kita kuatkan dan teguhkan,” pungkasnya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *