Mak Uci dan Pak Irfan Doni Tetap Tangguh Walau Rumah Nyaris Roboh

Hidup dalam kondisi serba kekurangan jelas bukan sebuah pilihan. Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia tak dapat menghindarkan diri dari ketetapan Allah. Mak Uci sadar bahwa dalam keterbatasan ia masih punya kekayaan berupa ketangguhan iman, sehingga tetap berupaya mandiri dan hidup lebih baik bersama suami dan empat putrinya.

“Saya ya, kalau ingin, ingin seperti orang, punya rumah yang layak, anak-anak sekolah dan hidup lebih baiklah. Tapi saya harus sabar, ini adalah keadaan yang harus saya jalani, tinggal di rumah yang kecil, sebenarnya bukan rumah, tapi ini benar-benar gubuk,” ungkap Mak Uci kala ditemui oleh Tim Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kepulauan Riau di kediamannya di Kavling Bukit Kamboja RT 005 RW 015, Desa Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam (16/7).

Kondisi kehidupan Mak Uci sangat memprihatinkan, terlebih putri keempat baru berumur 2 bulan.

“Sekeluarga ini tinggal di gubuk yang ukurannya sangat tidak layak, apalagi melihat kondisinya yang mau roboh. Dindingnya ditempelin dengan beragamspanduk bekas,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kepulauan Riau, Nur Hamdani.

Lebih lanjut, berdasarkan penuturan sang suami, Irfan Doni tidak jarang tempat tinggal sekarang ini kadang-kadang disambangi ular.

“Kalau hujan ya, basah semua karena begini ini kondisinya,” ujarnya.

“Tempat kami sudah tidak layak lagi, tapi harus gimana lagi satu sisi kondisi ekonomi kami sangat miris, saya sebagai suami bekerja belum tetap, terkadang ada dan terkadang tidak kerja, kami sangat sedih kala tiba musim hujan dan rumah kami digenangi air,” ungkapnya lirih.

Meski demikian Irfan Doni tetap berupaya menafkahi keluarga kala tak ada pekerjaan dengan menjual asesoris di emperan sekolah-sekolah yang dapat dijangkaunya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *