MAIPs, BMH, dan SAR Hidayatullah Masih Bantu Evakuasi

Sekalipun bencana tusnami dan gempa bumi Palu dan Donggala telah memasuki pekan pertama, proses evakuasi jenazah masih menjadi bagian dari kegiatan yang dijalankan oleh relawan BMH dan SAR Hidayatullah yang juga dikuatkan dengan kiriman bantuan dari MAIPs (Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu) Perlis di Palu tepatnya di Baloara (5/10).

“Tim relawan BMH-SAR Hidayatullah dan MAIPs bekerja sepanjang hari, mulai dari matahari terbit hingga terbenam. Alhamdulillah masih terdapat jenazah yang berhasil dievakuasi, sekalipun beberapa relawan, mungkin karena sudah lelah, ada yang beberapa orang mengalami cedera dan luka serius, hingga mesti dijahit,” terang Koordinator Lapangan bidang evakuasi, Murdianto.

Kehadiran bantuan MAIPs mendorong gerakan para relawan semakin luas dalam berkipirah, terlebih MAIPs sendiri tidak saja membantu para relawan evakuasi, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada BMH dalam hal membantu para pengungsi yang kondisinya hingga saat ini masih kesulitan bahan makanan, minuman, juga akses untuk hidup normal kembali.

Relawan MAIPs (kaos biru) bersama relawan BMH-SAR Hidayatullah saat evakuasi di Balaroa (5 Oktober 2018)

“MAIPs tidak saja mempercayakan BMH dalam hal evakuasi, tetapi juga program bantuan untuk para pengungsi. Alhamdulillah, Jum’at 5 Oktober 2018 bersama BMH, MAIPs telah mengirimkan bantuan untuk pengungsi di Toaya Vunta di Donggala, kemudian di beberapa kelurahan dan desa di Palu Sulawesi Tengah,” ungkap Direktur Marketing dan Komunikasi Laznas BMH Pusat, Suwito Fatah.

Mengingat hingga hari ini, 6 Oktober 2018 kondisi belum normal dan distribusi bantuan logisitik masih cukup terkendala, sementara sebaran pengungsi begitu luas, maka Laznas BMH menyerukan kepada semua pihak untuk bergandengan tangan, meringankan duka dan beban saudara-saudara kita di Palu dan Donggala.

“Mari terus peduli, berikan yang terbaik yang kita mampu untuk membantu saduara kita di Palu dan Donggala. Insya Allah, Laznas BMH siap membantu Anda untuk menyalurkannya kepada para pengungsi di Palu dan Donggala,” tutup Suwito Fatah.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *