Laznas BSM Umat, BMH dan AQL Peduli Sinergi Dirikan Dapur MPASI

Keadaan bayi di pengungsian Desa Sigarpenjalin

Masalah pengungsi yang cukup penting diperhatikan di antaranya adalah perihal kebutuhan bayi. Asupan gizi bayi dan anak di kamp pengungsian korban gempa NTB membutuhkan perhatian lebih.

“Meskipun dalam kondisi darurat, makanan yang diasup bayi harus higenis dan sesuai dengan keterangan dokter gizi,” terang Kepala BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholiq di lokasi (14/8).

Hal senada juga ditegaskan oleh Manajer Simpati Umat, Laznas BSM Umat, Humairoh Anahdi yang juga koordinator lapangan tim relawan medis gabungan. Menurutnya makanan yang diasup bayi sangat bersangkutan dengan tumbuh kembang bayi dan perkembangan otak.

“Masih banyak di kamp pengungsian yang masih memberikan makanan orang dewasa kepada bayi,” jelasnya.

Menindak hal tersebut relawan medis gabungan Laznas BSM, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan AQL Peduli mendirikan dapur umum Makanan Pembantu ASI (MPASI) di dusun Cupek, Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara.

Selain itu, tim ini juga mendatangkan langsung dokter gizi yang akan mengatur langsung racikan makan bayi.

“Makanan nanti akan kami sebar ke posko-posko pengungsian yang memiliki bayi dan anak. Kami juga akan mengajak para ibu untuk terlibat langsung agar nantinya mereka bisa membuat sendiri,” ujar Edi, dokter gizi dapur tersebut.

Dia juga berharap pemerintah segera memperhatikan asupan gizi balita korban gempa. Dan berharap segera dibangun dapur umum MPASI di titik lain.*/Siraj

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *