Kuatkan Usaha Kecil Ibu Tangguh Buat Kue Lebaran

Ibu Tangguh adalah nama program yang BMH gunakan untuk para janda yang kreatif dan bertekad membangun kemandirian keluarga. Salah satu ibu tangguh dalam program ini adalah Matingara alias Nur Aini.

Awalnya ia seorang muallaf bernama Matingara, setelah berhijrah menjadi seorang muslimah ia berganti nama Nur Aini.

Ibu paruh baya ini berstatus janda dengan tanggungan empat orang anak. Untuk menghidupi diri dan anak-anaknya, ia harus banting tulang dengan berjualan sayur masak dan ikan keliling.

Bersama keempat anaknya, ia tinggal di sebuah rumah sederhana dari kayu di Jl. Untung Suropati Gg. Alif 2 Jone, Kabupaten Paser yang merupakan bantuan dari orang lain kepadanya.

Selain berjualan sayur dan ikan keliling, ia juga mencoba untuk membuat kue-kue kering memanfaatkan sedikit pengalaman yang ia miliki hasil belajar otodidak.

“Saya kadang-kadang memperhatikan di toko-toko berbagai macam kue, kepingin rasanya mencicipi, tapi uangnya terbatas. Waktu itu saya berpikir gimana caranya saya bisa menikmati kue sekaligus bisa jualan. Nah, akhirnya saya mencobanya sedikit-sedikit,” tuturnya.

Dari khayalan tersebut, ia wujudkan dengan membuat beberapa macam kue kering. Hasilnya ia jual dengan cara berkeliling dari kantor ke kantor, dari rumah ke rumah tanpa lelah.

Berbagai suka duka dirasakan oleh Nur Aini. “Banyaklah, kalo lagi laku rasa capek itu tidak terasa karena senang dan bersyukur, tapi ya terkadang udah keliling tapi gak ada yang mau beli, ya tetap sabar aja walaupun terkadang sebagai manusia dalam hati agak ngeluh, rasanya capek dan tidak dapat apa-apa, apalagi sering jualan sambil bawa anak yang paling kecil berumur 2 tahun,” tuturnya sambil tersenyum.

Dari usahanya tersebut, ia biasa mendapatkan keuntungan antara Rp. 700.000 hingga 1.500.000 perbulan.

Pada moment lebaran ini, ia berharap bisa meningkatkan usaha kuenya agar dapat memenuhi pesanan dan membuat kue lebih banyak.

Namun tidak banyak yang dapat ia lakukan karena keterbatasan modal usaha.

“Waktu itu saya coba ajukan pinjaman ke beberapa koperasi tapi bunga gak sanggup. Alhamdulillah, BMH bisa bantu modal. Semoga jualan saya bisa meningkat lebaran ini, saya bisa memutar modalnya dan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pada saatnya saya bisa berbagi dengan yang lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Timur M. Rofiq menjelaskan bahwa dana zakat tidak saja bisa membantu yang membutuhkan dalam konteks kebutuhan pokok, tetapi juga dapat mendorong orang berdaya, bahkan mandiri dan puncaknya menjadi muzakki.

“Inilah hebatnya dana zakat, ia tak sekedar menolong yang membutuhkan, tapi juga mendorong orang menjadi mandiri, terampil dan akhirnya berdaya, hingga bisa menjadi muzakki. Kita berharap, ada di antara para ibu tangguh yang BMH bantu kelak menjadi berdaya dan menjadi muzakki,” ucapnya optimis.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *