Komprehensif Dukung Dakwah Perbatasan Indonesia di Pulau Morotai

Kegiatan pembinaan dakwah yang didukung BMH terus diperkuat agar pencerahan dan pembinaan umat di perbatasan Indonesia-Filipina yakni di Pulau Morotai tetap berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah di sana ada dai tangguh BMH yakni Ustadz M. Khudri Yahya, beliau sosok dai senior yang tekun dan istiqomah membersamai masyarakat di Morotai. Pernah mendapat hadiah umroh dari BMH dan kini semangatnya dalam dakwah kian membara, sekalipun faktor usia, staminanya tak lagi setangguh kala muda,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, Arif Ismail (25/6).

Ustadz M. Khduri Yahya sendiri mengatakan bahwa dakwah harus dilakukan sepanjang hayat.

“Bagi saya dakwah ini harus terus dilakukan, selama hayat dikandung badan, kita harus terus berdakwah. Alhamdulillah dalam kondisi kadang sakit bahkan mungkin sering sakit saya tetap berusaha menjaga semangat dan niat itu,” ucapnya.

Hal ini karena sejak muda ia telah meniatkan diri mewakafkan hidupnya untuk dakwah. Karena itulah piilihan hidupnya sejak mengenal pendidikan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kalimantan Timur puluhan tahun silam.

Di sini BMH hadir sebagai mitra sekaligus pendukung dakwahnya. “Semua kebutuhan dakwahnya BMH membantu untuk mengupayakan. Alhamdulillah, mulai dari sarana dakwah maupun tempat tinggal berupa rumah dai telah diwujudkan di Morotai. Tidak terkecuali kafalah dan bantuan kesehatan untuk beliau yang belakangan kerap menurun,” jelas Arif.

Langkah dan program ini strategis sebab Ustadz M. Khudri Yahya adalah tulang punggung pencerahan umat di tempatnya bertugas di Morotai.

“Sebab selain di dalam Pondok Pesantren, beliau juga membina masyarakat di sekitar lingkungan tersebut, bahkan tak jarang berhadapan dengan tradisi kampung/desa yang masih butuh pendekatan dalam dakwah,” tutur Arif.

“Alhamdulillah, BMH selama ini sudah cukup membantu dan mendukung kegiatan-kegiatan dakwah di pedalaman dan daerah perbatasan seperti saya di Pulau Morotai ini. Dukungan yang komprehensif. Semoga Allah memberikan keberkahan dan pertolongan kepada kita semua dalam usaha dakwah ini sehingga kita betul-betul hidup mulia atau mati dalam dakwah,” ungkap Ustadz M. Khudri Yahya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *