Kisah Perjalanan Menuju Pedalaman yang Penuh Sajian Kemukjizatan Al-Qur’an

Hanya kuasa Allah yang menjadikan cahaya Islam menembus berbagai benua hingga pelosok dan pedalaman NKRI. Dengan Al-Qur’an lahir manusia yang menghibahkan dirinya di jalan Allah sebagai dai. Dan, Laznas BMH Allah jadikan sebagai perantara kaum Muslimin ikut menguatkan gerakan dakwah, sebaik-baik perbuatan di hadapan Allah Ta’ala.

Al Qur’an sebagai mukjizat memang sangat luar biasa, ia bisa dipahami, menusuk ke dalam jiwa siapapun juga. Al-Qur’an tidak hanya bisa menenteramkan hati para cendekiawan, tetapi juga masyarakat pedalaman.

Pemandangan demikian sudah lumrah tersaji di daerah pedalaman. Seperti yang dialami para muallaf binaan dai tangguh BMH di Pedalaman Mahakam Ulu, Kampung Mamahak.

“Kampung itu dihuni 52 Muallaf. Luar biasa, Al-Qur’an mampu menjadikan masyarakat antusias terhadap ajaran Islam, subhanalloh. Jelas bukan dai sebenarnya, tapi faktor Al-Qur’an yang memang mukjizat,” terang dai tangguh BMH, Ustadz Muhammad Taufiq.

Untuk sampai ke lokasi, tim menempuh perjalan kurang lebih 18 jam dari Balikpapan menggunakan jalur darat dan sungai.

Pada akhirnya sampailah tim BMH salah satu kampung yang persis berada di tepi Sungai Mahakam, yakni Kampung Mamahak, Mahakam Ulu.

Di salah satu masjid di Kampung itu, Puluhan warga dan anak-anak Muallaf sudah menunggu. Senyum tulus nampak dari wajah-wajah mereka.

“Terima kasih atas kehadiran BMH di kampung kami ini”, sambut mereka.

Kehadiran BMH ke kampung tersebut dalam rangka untuk bersilaturrahim sekaligus menghantarkan amanah Wakaf Al Qur’an dari para donator kepada mereka yang mengharap agar imannya tetap terjaga dengan cahaya Al Qur’an.

“Alhamdulillah, kami sangat membutuhkan Al Qur’an, warga disini sangat semangat belajar Al Qur’an lebih dalam lagi, khususnya bagi anak-anak. Kami bersyukur dan berterima kasih,” ungkap dai tangguh BMH Nor Aidi.

“Sebuah pemandangan luar biasa memang, kita tidak tahu mengapa hati mereka tergerak secara serentak belajar Al-Qur’an. Kami berdoa semoga seluruh donatur dan muzakki BMH yang rela mendermakan sebagian harta untuk menghantar hidayah di pedalaman seperti ini Allah berikan balasan terbaik dunia-akhirat,” imbuhnya.

Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kaltim, Muhammad Rofiq menambahkan bahwa program ini selaras dengan semangat SDG’s.

“Program ini berkelanjutan dan menyentuh semua sisi kehidupan. Mulai dari pendidikan, pemberdayaan, hingga pembangunan kehidupan yang lebih baik. Jadi, kami terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun untuk sama-sama memajukan pendidikan dan kehidupan masyarakat pedalaman sebagaimana spirit dunia melalui SDG’s,” tutupnya.*/Herim

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *