Kisah Para Dai Muda Menikmati Qurban di Lereng Bukit Kukusan

Letak Kampus Hidayatullah Panceng, Gresik itu, di atas Bukit Kukusan. Dari Jl. Daendles, Desa Campurejo, Panceng, naik ke atas menuju arah Barat. Jaraknya lebih dari dua kilo meter.

Sepanjang jalan, hanya ada 1 hingga 2 rumah yang ada di tepi jalan utama. Selebihnya kosong. Berupa tebing-tebing. Jadi sepi.

Di situlah dibina puluhan pemuda, yang notabene mahasiswa STAI Luqman al-Hakim. “Selama setahun, mereka dibina di sana,” kata Damanhuri, pengasuh para mahasiswa.

Di tempat terpencil itulah mereka dibina, mulai dari intelektualitas hingga kepemimpinan.

“Selain intelektualitas, kita juga melakukan pembinaan spiritualitas, kepemimpinan, bahkan kemandirian para mahasiswa,” imbuh Damanhuri.

Hal ini dilakukan, tambahnya, karena kedepan, selulus dari masa studi di STAI Luqman al-Hakim, mereka akan diterjunkan di masyarakat.

“Kelak mereka akan menjadi kader dai, yang melakukan pembinaan-pembinaan di seluruh pelosok negeri,”terangnya.

Hingga saat ini, ungkap Daman, ratusan lulusan telah dikirim ke berbagai daerah. “Termasuk yang membina di Suku Tugotil, Halmahera. Dan, komunitas mualaf Hindu, di Tengger, Lumajang,” paparnya.

Merasa Beruntung

Sementara itu, Basith Al-Yadain, seorang mahasantri, mengaku sangat beruntung diterima sebagai mahasantri.

Ia mengaku, banyak hal yang bisa diambil sebagai bekal hidup, dari proses pembinaan yang dilakukan oleh pihak pengurus.

“Seperti masalah kepemimpinan. Jujur, sebelumnya saya tidak tahu-menahu tentang dunia satu ini. Tapi setelah mendapat bimbingan, saya mendapat pengalaman baru,” paparnya.

Menikmati Qurban

Pada Dzul Hijjah 1440 H  ini, mahasiswa mendapati wadah baru untuk beraktualisasi dan latihan dakwah dalam rangkaian pembinaan di pesantren.

Pasalnya, mereka mendapat bantuan hewan qurban dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur, sebanyak dua ekor sapi.

“Terimakasih kepada BMH kami sampaikan. Hewan qurban yang disalurkan di Bukit Kukusan ini menjadikan kami semua, Alhamdulillah, bisa nyate bareng teman-teman seangkatan. Jadi sekaligus, sebagai wasilah perekat keakraban antar sesama mahasiswa,” ujar Fadli.

“Kepada para pequrban (mudhohhi) kami sampaikan terimakasih sekaligus doa semoga Allah menerima segala kebaikan dan Allah berikan keberkahan di dalam kehidupannya, dunia-akhirat,” imbuhnya yang disusul suara “aamiin,” dari seluruh mahasiswa dan pengasuh.

Pada saat yang sama, beberapa warga terdekat pesantren juga mendapatkan distribusi hewan qurban ini.*/Khairul Khibri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *