Kisah & Muhasabah Bersama 3000 Anak

Musibah yang kerap melanda sejatinya merupakan ‘peringatan’ yang Allah hadirkan sebagai pengingat bahwa manusia itu harus selalu mawas diri.

Bahwa semua terjadi diiringi dengan kejadian gerakan alam, berupa gempa, erupsi dan lain sebagainya, namun pada dasarnya kita semua memahami bahwa tidak ada kehendak pada gunung, bumi dan sebagainya, kecuali hanya menjalankan kehendak Allah semata.

Berangkat dari hal diatas, pada momen akhir tahun ini BMH mengajak, khususnya adik-adik TPQ se Kota Semarang untuk bersama introspeksi diri.

“Event ini, BMH hadirkan sebagai bentuk kepedulian kepada bangsa, khususnya anak-anak TPQ yang akan melanjutkan estafet perjuangan memajukan Indonesia yang lebih maju, baik dan yang lebih penting adalah negara ini mendapat ridho dari Allah SWT.” urai Imam Al Maduri, Amil BMH Perwakilan Jateng yang memiliki kemampuan mengajar Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Kak Rubi selaku pengisi dongeng dan muhasabah pada kesempatan tersebut, selalu mengingatkan kepada adik-adik untuk terus berbakti kepada Allah, Rasul dan Ibu-bapak.

“Adik-adik harus punya sikap selalu berbuat baik. Teruslah mengabdi kepada Allah, Rasul, Orang Tua dan guru-guru, Baik di TPQ atau di Sekolah,” urai Kakak Rubi seraya memotivasi.

Kegiatan Kisah dan Muhasabah, pada hari ini digelar di dua tempat yakni masjid Al Hikmah Tanah Emas dan Masjid Al Ikhlas Dr. Cipto, Kota Semarang, Selasa (25/12/18).

“Terimakasih BMH, selama liburan   banyak main aja. Hari ini saya dapat ilmu, senang juga pulang bawa oleh-oleh,” ucap Fajar sesaat akan pulang kerumah.

Terakhir, BMH mengucapkan beribu terimakasih kepada para takmir masjid, panitia, dan kawan-kawan Forsi Tanah Emas yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya. BMH belum mampu membalas dengan yang setimpal apalagi lebih baik. Hanya kami selalu semoga Allah membalas yang lebih sempurna.*/Yus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *