Keutamaan Menyantuni Anak Yatim, Jangan Menunda Kebaikan!

Anak yatim, sumber: pixabay.com

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim – Anak yatim merupakan mereka yang telah tidak mempunyai ayah untuk mengasihi dan memberikannya nafkah. Selain telah dicontohkan oleh Nabi SAW, Allah SWT juga sudah menyampaikannya di dalam Al Quran bahwa seorang muslim hendaknya memberikan kasih sayang pada anak-anak. Salah satu bentuk kasih sayang tersebut adalah menyantuni anak yatim.

Namun untuk batasan umur anak yatim yang berhak dan wajib mendapatkan santunan dan kasih sayang dari kita ternyata ada ketentuannya. Menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan seorang anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Jadi, batas umur anak yatim adalah ketika anak tersebut sudah dewasa atau baligh.

Dalil dan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Dalam surah An Nisa ayat 36 Allah berfirman yang artinya, “ sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya..”

Dari ayat tersebut berbuat baik kepada anak yatim, salah satu bentuknya adalah menyantuninya disandingkan dengan berbuat baik kepada kedua orang tua dan karib kerabat. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa menyantuni anak yatim yang belum baligh ini fardlu kifayah hukumnya.

Artinya wajib atas kaum muslimin, namun kewajibannya bisa diwakili oleh sebagian yang lain. Menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapan saja, tetapi akan lebih utama lagi jika dilakukan di bulan Muharram dan bulan Ramadhan.

Anak yatim, sumber: pixabay.com
Anak yatim, sumber: pixabay.com

Adapun anak yatim yang sudah baligh, maka sudah tidak berhak baginya untuk mendapatkan santunan anak yatim lagi. Namun, meskipun demikian baginya berlaku hukum lain yang diperuntukkan kepada orang fakir miskin, berupa zakat dan sedekah. Keutamaan menyantuni anak yatim, di antaranya adalah:

Mendapatkan Ketenangan di Surga

Salah satu dalil yang derajatnya shahih berkenaan dengan keutamaan sedekah terdapat pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, “ dari Sahl bin Sa’ad RA dia berkata: “Nabi SAW bersabda yang artinya, “ aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini”, kemudian Beliau SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah Nya dan merenggangkan keduanya. [HR Bukhari]

Selain itu, dalam surah Al Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman yang artinya, “ mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Dari kedua hadits tersebut bisa diambil kesimpulan umum bahwa menyantuni anak yatim akan mendapatkan balasan di surga.

Terlebih, hal ini dikuatkan dengan hadits lain, seperti di bawah ini

Barangsiapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali apabila dia telah berbuat dosa yang tidak bisa diampuni. [HR Tirmidzi]

Dosa yang pasti tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain atau syirik. Selama dosa ini jauh dari kita dan pada saat yang sama kita menyantuni anak yatim, maka ada jaminan kelak akan mendapatkan balasan berupa kemudahan untuk bisa masuk ke surga.

Tenang di surga, sumber: pixabay.com
Tenang di surga, sumber: pixabay.com

Mendapatkan Pahala Jihad

Hikmah dan keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya adalah mendapatkan pahala sebagaimana pahala jihad. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, yang artinya:

Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya ada anak yatim karena Nabi SAW memberikan jaminan pertam, memiliki pahala yang setara dengan pahal jihad. Nabi SAW  pernah bersabda,” barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya dan bagaikan orang yang keluarg setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah..” [HR Ibnu Majah]

Mendapatkan Predikat Abror

Keutamaan menyantuni anak yatim berikutnya adalah bisa mendapatkan predikat sebagai abror atau orang yang berbuat kebaikan. Sebagaimana dalam firman Allah pada surah Al Insan ayat 5-6, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, yakni mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka bisa memancarkannya dengan sebaik baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya pada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

Mendapatkan Pertolongan dari Allah

Menolong anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata adalah ibadah yang bisa mendatangkan pertolongan Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa,” barang siapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahnnya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutupi air orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah menolong hamba Nya selam hamba itu menolong saudaranya.” [HR Muslim]

Keutamaan menyantuni anak yatim, sumber: pixabay.com
Pertolongan Allah itu dekat, sumber: pixabay.com

Menghindarkan Siksa Akhirat

Keutamaan menyantuni anak yatim lainnya adalah dapat menghindarkan dari siksa akhirat. Sebagai sebuah kewajiban komunal, dengan tegas Allah SWT perintahkan melalui ayat Nya dan sabda Nabi Nya, yang artinya:

“demi yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. [HR Thabrani dari Abu Hurairah]

Amal Investasi

Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah sebagai amal investasi di akhirat kelak, Nabi SAW pernah bersabda, yang artinya: “apabila manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang mendoakannya.” [HR Muslim dari Abu Hurairah]

Beruntung dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim yang terakhir versi Baitul Maal Hidayatullah adalah sebagai salah bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf dan nahi mungkar, sebagaimana sabda Nabi SAW berikut, “ siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala yang mengerjakannya itu.” [HR Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud]

Setiap orang, khususnya anak-anak tidak dapat memilih agar dilahirkan dari orang tua yang mana juga dalam kondisi seperti apa. Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan dari kedua orang tua yang lengkap, berkecukupan secara ekonomis dan kondisi lainnya,  sama halnya seperti tidak bisanya kita memilih jenis kelamin kita saat dilahirkan ke dunia ini. Artinya, dibalik ketentuan Allah tersebut ada hikmah yang luar biasa, berupa jalan untuk saling tolong menolong di antara sesama.

Dengan menyantuni, memelihara dan memuliakan anak yatim, kita memiliki peluang untuk mendapatkan keutamaan langsung dari Allah dan Rasul Nya sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. sebagaimana bayar zakat online menyantuni anak yatim pun bisa secara online. Jika Anda ingin mendapatkan keutamaan-keutamaan di atas, salurkan santunan Anda pada Baitul Maal Hidayatullah segera.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.