Ketegaran Ibu Puput Berjuang Hidupi Keluarga

Hidup bahagia dengan keluarga yang utuh menjadi dambaan setiap anak manusia. Namun, dalam kenyataan kita kerap menyaksikan kondisi yang tidak saja berbeda, kadang jauh dari pemahaman nalar sehat. Sekalipun di sana kita pasti dapatkan banyak hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.

Seperti yang dialami oleh Ibu Puput. Sebagai seorang ibu ia juga harus bisa berjuang sebagai seorang ayah.

“Ibu Puput bukan sekedar sosok ibu yang lembut tapi harus mampu menjadi seorang ayah, mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Bersama 3 orang anak sehari-hari ia hanya menjual bakso. Perbulan paling banyak pendapatan Rp. 600 ribu. Sementara ketiga putranya anak masih sekolah belum lagi kondisi rumah yang sudah reot dan tak lama lagi nampaknya akan roboh. Lebih mengerikan lagi, rumah ini berdiri di pinggir jurang,” terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau Abdul Aziz (5/6).

Ibu Puput sebenarnya berat menjalani kehidupan ini. Namun beruntung ia kuat dan yakin bahwa Allah pasti memberikan pertolongan kepadanya.

“Berat hidup ini, tapi ini kenyataan, saya harus kuat dan terus berjuang dengan apa yang mampu kulakukan untuk bertahan hidup. Jualan bakso ini adalah satu-satunya yang kujalankan,” ungkapnya.

Dari ketiga anaknya, yang pertama terpaksa putus sekolah karena faktor biaya.

“Anak yang paling besar Mila Andela sekarang tidak sekolah lagi, tidak cukup uangnya. Anak yang kedua Dafa Juanda menduduki kelas 1 SMPN, semoga ada rezekinya bisa terus sekolah tidak putus di jalan. Dan, anak ketiga Selasih Apriyani kelas 3 SD,” imbuhnya.

Laznas BMH yang mendatangi kediaman Ibu Puput di pinggiran Kota Batam sesegera mungkin memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk lebih baik dalam usahanya. Sekaligus memberikan stimulus pendidikan agar ketiga anak beliau dapat kembali belajar di sekolah.

“BMH menemukan banyak kisah hidup yang membuat hati kita tersentuh dan tercengang. Namun ini adalah ladang bagi kita semua untuk berhari bagi kehidupan sesama dan mendapat kebaikan di dalam pandangan Allah Ta’ala. Mari bersama BMH kita berdayakan sesama agar dapat tersenyum bahagia dan berdaya,” pungkas Abdul Aziz.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *