Kerjasama Dengan Konsulat RI di Sabah Malaysia

Ketua Umum Laznas BMH saat di Konsulat RI di Tawau Sabah Malaysia

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dengan speed boat dari Nunukan Kalimantan Utara menuju Sabah Malasyia, akhirnya tim BMH tiba dan dijemput oleh staff konsulat Tawau Sabah Malasyia sebagai tamu kehormatan.

Kunjungan BMH di Konsulat Tawau Sabah Malasyia dalam rangka penjajakan kerjasama beberapa bidang untuk menguatkan program-program pemerintah khususnya yang terkait dengan Tenaga Kerja Indonesia di Sabah.

Pada 22/01/2018 BMH bersama dengan Pos Dai dan Pengurus Hidayatullah Kalimantan Utara langsung disambut penuh hangat oleh Ibu Nindasari Utomo, Konsul Muda Senior Bidang Ekonomi konsulat RI di Tawau Sabah.

“Konsulat mendukung semua kegiatan yang bermanfaat dan membantu umat Islam WNI, khususnya di wilayah kerja KRI Tawau. Dan konsulat mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Hidayatullah untuk mengambil peran terhadap pekerja WNI yang ada di Tawau,” jelas Ibu Rieke, panggilan akrabnya.

“Alhamdulillah, dengan suasana santai dan akrab, BMH dan tim dakwah Hidayatullah mempresentasikan program-program yang dapat dikerjasamakan dengan Konsulat,” jelas Ketua Umum Laznas BMH, Marwan Mujahidin.

Pertemuan kali kedua ini, lebih membicarakan hal-hal teknis kerjasama dalam bidang pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang bekerja di Tawau.

Jalinan kerjasama ini diawali dari kondisi Pendidikan anak anak dari pekerja TKI yang memperhatinkan di ladang-ladang perkebunan.

“Ada lebih dari 30.000 anak-anak yang terdata berada di ladang perkebunan kelapa sawit. Mereka hanya mendapatkan pendidikan dasar saja, setelah itu banyak dari mereka dipekerjakan untuk membantu ekonomi keluarganya,” tutur Lukman, Kepala Perwakilan BMH Kaltara yang membersamai tim BMH.

Di saat pertemuan itu pula, Konsulat mempertemukan Tim Hidayatullah dengan Sabah Bridge,  gerakan sosial pengajar dari Kemendikbud dan CLC Al-Alaq, komunitas belajar yang berada di ladang perkebunan.

Rencana kerjasama, Hidayatullah telah menyiapkan 60 kelas untuk anak-anak usia masuk SMU dari WNI yang bekerja di Tawau di Tarakan, Bulungan dan Nunukan.

Selanjutnya menyediakan guru pamong untuk ditempatkan di ladang-ladang melakukan pembinaan dan pencerahan, sekaligus membujuk anak anak mereka untuk dapat melanjutkan pendidikannya di perbatasan Malaysia dan Kalimantan Utara.

“Keberadaan kita untuk membantu peran pemerintah dalam menyelematkan generasi bangsa dan lebih mencintai NKRI,’ tegas Ketua Umum BMH Marwan Mujahidin.*/Herim

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *