Kebutuhan Masker Jadikan Binaan BMH Berdaya di Tengah Wabah Covid-19

Pandemi Coronavirus yang menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Malang Raya memang menjadi jalan munculnya beragam kesulitan bagi sebagian warga. Namun dalam sisi lain, juga mendatangkan keberkahan, terutama bagi para pengrajin, home industri masyarakat binaan BMH Jatim, tepatnya Gerai Malang.

“Warga binaan BMH yang memiliki skill menjahit termasuk yang mendapatkan berkah, karena sekalipun harus di rumah mereka dapat tetap produktif dengan melakukan produksi masker,” terang Koordinator Gerai BMH Malang, Sony Abdul Karim (8/4).

Menurutnya ada 45 desa binaan yang masing-masing memiliki keterampilan berbeda. “Ada yang ahli dalam bidang kuliner, jasa dan keterampilan menjahit,” imbuh Karim.

Sejauh ini mereka yang menjahit membantu BMH menyediakan masker kain.

“Langkah ini sangat menguntungkan karena di saat harga masker melambung, binaan BMH dapat diberdayakan pada saat yang sama nilai distribusi masker menjadi lebih murah dengan jangkauan dan penerima manfaat yang jauh lebih luas,” urai Karim.

Saat ini 15 penjahit sedang aktif menjahit masker yang dibutuhkan. Masker yang dibuat pun bervariasi, ada jenis masker yang bahan dasarnya menggunakan kain lapis tiga, ada juga yang dua lapis namun di tengahnya terdapat lubang yang bisa di isi filter efektif guna menghambat paparan debu, bakteri ataupun virus.

Sisi yang membahagiakan para penjahit binaan BMH Jatim Gerai Malang, telah menerima orderan masker dari berbagai korporasi.

“Ada kelebihan pesan masker di binaan kami, yaitu seluruh masker di permukaan depannya di sablon sesuai logo pemesannya,” jelasnya.

Dalam hal pembagian masker untuk anak-anak berkebutuhan khusus BMH bermitra dengan Lingkar Sosial Indonesia.*/Imron

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *