Kahaya, Kampung Zakat Kaya Potensi

Ketua BMH (kiri) bersama Wakil Bupati Bulukumba (tengah) dan Kadiv Prodaya Syamsuddin (kanan)

Desa Kahaya, di Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba-Sulsel, masuk daerah terpencil. Kampung yang berdiri di ketinggian 1.400 DPL itu berhawa sejuk, pucuk-pucuk gunungnya dilingkupi kabut. Di antara terjalnya jurang, tanaman kopi memberi penghidupan masyarakatnya.

Namun berbicara kesejahteraan masih jauh api dari panggang, Jufri salah satu penduduk mengungkapkan bahwa hampir 99 % penduduk setempat bertani. Dan kopi menjadi komoditas utama.

“Kopi dipanen hanya sekali setahun, tanah disini tidak bisa ditanam padi, sementara makan setiap hari, jadilah masyarakat menjadi buruh tani di luar daerah,” jelas lelaki paruh baya itu sembari menyodorkan kopi khas Kahaya kepada BMH (08/09-2019).

Jufri dan penduduk yang lain bercerita tetang mimpi untuk masa depan kampung mereka. Harta karun karunia Tuhan itu tersedia di kampung mereka.

Potensi alam yang menakjubkan, berupa air terjun,  danau di ketinggian, gugusan gunung, potensi pertanian serta seni budaya lokal.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang hadir dalam kegiatan kampung zakat yang diinisiasi oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat mengatakan bahwa Kahaya memiliki sederet potensi yang belum diolah, ia mengatakan dengan hadirnya berbagai komponen masyarakat di wilayahnya diharap dapat mengakselerasi berbagai lini kehidupan masyarakat di wilayah ini.

“Hadirnya lembaga lembaga zakat di tempat ini agar dapat mendorong nilai manfaat pemberdayaan dana ummat. Kampung zakat ini diharap dapat mengakselerasi, kami mengundang lemabag zakat dan stakholder untuk sharing potensi ,” ujar Tomy.

Sementara itu, Ketua Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Kadir Abu Sayyid yang hadir dalam launcing Kampung zakat di Desa Kahaya mengungkapkan kegembiraannya dan berkomitmen berkonstribusi untuk desa tersebut.

“Insyaallah kami akan membantu pembangunan MCK untuk masjid di Desa Kahaya ini,” ujarnya.

Kampung zakat di Desa Kahaya merupakan lokasi ke 12 dari program Baznas  dan lembaga zakat, dalam kegiatan launcing tersebut turut hadir Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag, Tarmizi Tohor, Komisioner Baznas RI, Nana Mintarti, Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba bersama jajaran Kementerian Agama, Baznas Kabupaten/Kota  Sulawesi selatan dan 25  Lembaga Amil Zakat Nasional.*/Bas

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *