Kaget Awalnya, Akhirnya Tersenyum Bahagia

Situasi pandemi kian tak menentu, sementara masyarakat yang membutuhkan belum bisa bebas bergerak, akibatnya kondisi mereka kian membutuhkan perhatian dan uluran tangan kita semua.

Merespon kondisi tersebut, Laznas BMH Perwakilan Kaltim langsung turun ke masyarakat, mereka yang petani ditemui di kebun dan sawah, para lansia di rumah-rumah mereka dan juga paa mualaf.

Kali ini pengalaman menarik berhasil ditangkap dan dirasakan oleh relawan di lapangan, bagaimana masyarakat sangat antusias dan giat bekerja.

Suyatno misalnya, pria 53 tahun itu terus menggerakkan cangkulnya tanpa lelah, padahal jam menunjukkan pukul 14.00 WITA.

Tak perlu ditanya, keringat bercucuran dari badan pria yang kulitnya nampak gelap karena sehari-hari harus mencari nafkah dengan bertani sayur mayur.

“Yah, mau bagiamana lagi. Cuman ini yang bisa saya lakukan, yang penting kami sehat dan nafkah halal untuk keluarga,” kata Suyatno, ketika BMH menyambangi di kebunnya untuk menyerahkan paket sembako di bilangan Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Balikpapan.

Di kelurahan yang sama, BMH juga menyambangi salahsatu komunitas mualaf dhuafa yang sedang asyik mempelajari baca Alquran bersama. Di tempat tersebut, BMH juga menyerahkan paket sembako sebanyak 20 paket.

“Kami berusaha masuk ke setiap jalan dan gang-gang hingga ke lokasi-lokasi pertanian untuk menghantarkan amanah pada donatur. Kami ingin memastikan bahwa zakat dan sedekah para donatur dan muslimin yang menitipkan donasinya melalui BMH di terima oleh orang miskin yang berhak langsung di rumah mereka tanpa mereka harus keluar rumah,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kaltim, M. Rofiq.

Ia menceritakan, jika banyak sekali orang-orang miskin yang tinggal di rumah-rumah dengan kondisi memprihatinkan bahkan cenderung bisa dikatakan seperti gubuk dan sangat tidak layak untuk dihuni dengan beberapa anggota keluarga.

“Di daerah tersebut, banyak juga kami temukan para lansia yang kondisinya juga memprihatinkan,” ungkapnya.

ibu Tuti yang sehari-hari bekerja sebagai petani membantu suaminya menutur rasa syukur yang diawali rasa kaget.

“Terima kasih, BMH, kami kaget karena teman-teman datang naik mobil Ambulance, kirain ada apa-apa, ehh… ternyata bawa sembako, makasih BMH,” kata Tutuk bahagia.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *