Ibu Bandiah; “Entah bisa makan atau tidak.”

Wabah Covid-19 tidak saja mengganggu dari sisi kesehatan dan psikologis, tetapi juga ekonomi. Menurut Ustadz Heru, tokoh masyarakat di Muara Baru tempat BMH menjalankan program Paket Buka Puasa Berkah (3/5) tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian.

“Banyak warga yang kemudian kehilangan pekerjaan sehingga paket sembako ini sangat membantu masyarakat di sini yang sehari-hari mereka bekerja hanya untuk menyambung hidup,” ungkap Ustadz Heru.

Tim BMH pun menyusuri beberapa rumah warga dan bertemu dengan Ibu Bandiah. Wanita itu tinggal di ruangan berukuran 2 X 2 meter dan hanya bisa digunakan untuk tidur.

“Sungguh miris melihat kondisi beliau. Sangat tegar dan sabar,” kata Ketua Satgas Covid-19 BMH, Dhiyauddin.

BMH pun datang dan sempatkan waktu berbincang-bincang dengan Ibu Bandiah.

“Sehari-hari saya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan. Tapi, dengan adanya musibah ini tentu pekerjaannya tidak seperti hari-hari biasa.Ya, proses bongkar muat di pelabuhan berkurang drastis,” ucapnya.

“Sejak itu bingung, bagaimana cara untuk menyambung hidup. Rasanya mau pulang ke kampung halaman yang berada di daerah Jawa Tengah. Tapi kan ada PSBB,” sambungnya.

Sebagai warga yang taat atas ketetapan pemerintah, Ibu Bandiah memilih bertahan di Jakarta, walau tanpa sebuah kepastian apalagi penghasilan.

“Ya, kalau ada yang bisa saya kerjakan, saya kerja. Kalau tidak ada ya, gimana lagi. Seperti inilah, dapat bantuan dari Allah melalui BMH. Misal Allah tidak kasih rezeki, entah bisa makan atau tidak saya ini,” ungkapnya dengan senyum yang disertai lelehan air mata.

Ibu Bandiah adalah satu dari 120 warga yang menerima Paket Buka PUasa Berkah dari BMHdi Kamal, Muara Baru, Jakarta Utara.

“Kondisi masyarakat sangat memprihatinkan, mereka bergulat dengan perasaan sendiri perihal bisa makan atau tidak, ada makanan atau tidak. Bukan saja Ibu Bandiah, warga yang biasa melaut pun kini juga sepi pendapatan karena wabah ini. Mari terus bersama BMH bantu sesama yang membutuhkan,” tutup Dhiyauddin.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *