Hidayah Menyapa 21 Warga Pedalaman Suku Togutil

Dukungan zakat dan sedekah kaum Muslimin melalui BMH telah memberikan daya dorong begitu kuat dalam program dakwah yang dilaksanakan oleh Laznas BMH. Terhitung sejak Oktober 2016, secara perlahan hidayah terus menyapa Suku Togutil dari pedalaman Halmahera Timur.

Jelang Ramadhan ini, beberapa di antaranya diikutkan proses pembinaan. Dan, Alhamdulillah, sebanyak 21 warga Suku Togutil pada hari Selasa (23/05/2017), kembali mengikrarkan syahadat.

Prosesi yang diselenggarakan DPW Hidayatullah Maluku Utara (Malut) bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malut ini bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate ini berjalan lancar, dibimbing Ketua DPW Hidayatullah Ternate, Ryadi Poniman.

Kisah 21 Suku Togutul yang memeluk Islam ini berawal dari 10 orang suku terasing yang sebelumnya, bulan Maret 2017, lebih dahulu telah memeluk Islam, lantas beberapa orang lainnya mengikuti jejak para pendahulunya.

“Sebelumnya kita sudah pernah survei ke hutan tempat mereka tinggal di daerah hutan Halmahera. Dearah ini tidak ada sinyal dan jalan darat belum bisa dilalui,” demikian disampaikan Nurhadi (34), dai tangguh BMH yang biasa berdakwah di pedalaman.

Menurut, Nurhadi, tidak sedikit  diantara mereka datang sendiri ke Ternate bahkan ada yang minta dijemput.

“Mereka menyatakan siap masuk Islam dan siap dibina,” ujar Nurhadi.

Padahal, perjalanan mereka ke Ternate perlu pengorbanan dan biaya yang tidak sedikit. Mereka perlu berjalan kaki, naik kapal kayu satu malam dilanjutkan perjalanan darat dengan mobil lintas selama 6 jam.

“Mereka semua datang ke Ternate hanya mengenakan baju di badan. Di hutan tak sedikit diantara mereka ada yang masih bertelajang termasuk laki-laki dan perempuannya.”

Bahasa mereka masih dominan dengan bahasa suku Tobelo dalam. Walaupun sudah ada yang bisa berbahasa Indonesia,  sebagian meraka tidak mengerti berkomunisi dengan bahasa Indonesia.

Nurhadi mengakui, untuk pembinaan pihaknya masih mengutamakan pendidikan agama, utamanya pendidikan anak-anak. Apalagi, sebagian besar penduduknya ternyata masih belum mengenal agama. Sebelum ini,  Suku Togutil  hanya menyembah arwah para leluhur.

“Kita butuh bantuan untuk untuk penguatan Islam pada diri mereka. Termasuk kebutuhan pakaian atau logistik mereka sementara di Ternate,” tutur Nurhadi.

Togutil adalah suku yang hidup di pedalaman hutan Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara dan hidup secara nomaden. Togutil sendiri dalam bahasa Halmahera pongana mo nyawa atau memiliki arti “suku yang hidup di hutan”.

Sebelum ini, pada bulan Maret 2017, sekitar 10 warga Suku Togutil lebih dahulu memeluk Islam dengan prosesi yang dilakukan ole Imam Masjid Al Munawar, Ternate, Halmahera.

Setelah mendapatkan pembinaan, Nurhadi berharap mereka bisa kembali ke daerah asalnya dan  bisa mengajak keluarga lain dari orang suku di hutan yang jumlahnya ratusan bisa memeluk Islam.

“Semoga Allah memudahkan setiap langkah gerak ini kepada Islam,” tambah Nurhadi.

Bagikan artikel

1 komentar untuk “Hidayah Menyapa 21 Warga Pedalaman Suku Togutil”

  1. Subhanallah,,, insyallah Islam selalu membawa kebaikan untuk siapapun termaksud untuk mereka para org togutil.
    Tabea…
    Maaf,,, kalau boleh tahu,, mereka ang sdh masuk islam, sekarang tetap berada di ternate atau dmn?
    kalau di ternate dmn alamat mereka?
    terimakasih

Tinggalkan Balasan ke lisda Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *