Hanya Kala Idul Adha Warga Desa Botodayakan Bisa Nikmati Daging

Apa yang terlintas dibenak kita dengan nama Kabupaten Gunung Kidul?

Laznas BMH di antaranya telah melakukan distribusi beragam program di Desa Botodayakan, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

Untuk mencapai desa tersebut dibutuhkan waktu 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor ataupun mobil dari kota Yogyakarta.

Kebahagiaan warga usai penyembelihan hewan Qurban pada Idul Adha 1437 H

Desa Botodayakan sendiri memiliki 21 dusun. Untuk dusun Kembangan yang menjadi pusat titik distribusi jumlah penduduknya sekitar 200 orang dengan 57 KK. Dan hanya satu dua orang yang PNS atau guru. Pencaharian masyarakat di desa ini seperti desa-desa lainnya yaitu petani.

Musim kemarau yang mulai menyapa menyebabkan sulitnya petani bercocok tanam. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, daerah Gunungkidul secara umum adalah daerah tandus, berbukit dan bebatuan. Tak pelak lagi, masyarakatnya hanya bisa bercocok tanam ketela atau singkong, dan kacang tanah. Sedangkan di musim hujan, biasanya mereka bisa menanam jagung. Selebihnya ditanami pohon jati.

“Ekonomi masyarakat di sini tergolong sulit. Makan juga seadanya. Bahkan, ada yang makan hanya dengan gaplek,” terang Saiful Prihatin, Dai Tangguh BMH yang sudah menetap di Botodayakan lebih dari 5 tahun.

Gaplek adalah jenis makanan yang terbuat dari singkong yang dikeringkan. Bagi warga desa, gaplek bisa sebagai pengganti nasi. Jika ada warga yang kehabisan beras, gaplek menjadi alternatif bagi mereka. Karena itu, di sini mereka juga menanam singkong.

Sulitnya ekonomi di daerah ini menyebabkan mereka jarang memakan daging, terutama daging kambing dan sapi. Bahkan boleh dibilang setahun hanya sekali.

“Ya, biasanya pas Idul Adha saja. Di hari-hari lain ada, tapi sangat jarang. Itupun kalau ada warga yang mampu dan syukuran,” katanya.

Karena itu, warga sangat senang sekali juka ditahun ini mendapat hewan qurban dari BMH seperti tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, masyarakat bisa merasakan lezatnya daging kambing dan menambah gizi mereka.

Daerah ini menjadi bidikan distribusi BMH karena sangat membutuhkan daging. Setidaknya, dengan hal itu, Muslim di Gunung Kidul bisa merasakan semarak Idul Adha. Lebih dari itu, mereka akan merasa diperhatikan umat Islam lainnya, sekalipun hanya dengan 1 Kg daging sekali dalam satu tahun.*/Say’in

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *