Hampir Makan Sagu, Allah Datangkan Kepedulian Umat Berupa Bantuan Logistik

Luasnya geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadikan sebagian masyarakat cukup jarang tersentuh kepedulian.

“Alhamdulillah, Laznas BMH memiliki Kantor Perwakilan di Ambon, sehingga dapat menyapa masyarakat kepulauan, terutama para generasi masa depan bangsa kita, para santri yatim-dhuafa di kepulauan,” kata amil BMH Maluku, Ali Ikrom Tihurua.

Selasa (25/2) BMH Maluku berangakat dari Ambon pada pukul 20:00 WIT. Esok harinya tiba langsung penyerahan bantuan logistik untuk santri Yatim Piatu dan dhuafa di Panti Asuhan Pesantren Hidayatullah, Desa Savana Jaya Namlea, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku

“Perjalanan harus ditempuh dengan Kapal Fery dari Pelabuhan Fery Galala Ambon menuju Pelabuhan Fery Pulau Buru Namlea,” imbuh Ikrom.

Perjalanan di tempuh selama 9 jam dari kota Ambon sampai Pulau Buru Namlea.

Penyerahan bantuan ini memberikan kebaikan kepada 67 orang santri Yatim Piatu dan Dhuafa.

Ustadz Hidayat selaku Ketua Pondok merasa bangga dan terharu dengan Kehadiran BMH membawakan bantuan kepedulian umat itu.

“Alhamdulillah, masha Allah. Padahal kami rencana mau ambil sagu untuk makan para santri. Pas, beras di pondok sudah habis, namun tak di sangkah BMH datang menyalurkan logistik santri. Subhanallah,” ucapnya penuh ketakjuban akan kehendak Allah.

Para santri pun sangat bahagia, karena sejak hari itu, rencana mereka makan sagu Allah ganti dengan makanan yang sangat mereka gemari.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *