Hadirkan Parade Entrepreneur untuk Lahirnya Pegusaha Muda

Parade Entrepreneur 3  yang diadakan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Gedung Aula Pertamina Polinema Kota Malang Sabtu (23/3/2019) berlangsung semarak. Seminar tersebut merupakan rangkaian seminar yang ke-3 kalinya dilakukan oleh BMH setelah sebelumnya sukses dengan Seminar Parade Entrepreneur 1 dan 2.

Manager Prodaya BMH Jatim Imam Muslim mengatakan bahwa,  kegiatan Parade Entrepreneur tersebut telah dilakukan sejak tahun 2017 dengan jumlah peserta yang terus meningkat.

“Antusias masyarakat cukup bagus, setiap kegiatan Parade Entrepreneur yang kita selenggarakan pesertanya terus meningkat” ujarnya

Lanjutnya, adanya parade entrepreneur tersebut, Imam berharap nantinya akan muncul pengusaha muda yang profesional yang mampu menangkap tantangan dari peluang industri di era digital saat ini.

“Kami berharap dengan adanya Parade Entrepreneur yang ketiga ini, nantinya akan lahir generasi pengusaha muda yang profesional di era kreatif inovatif sekarang ini,” lanjut Imam.

Helatan ini diikuti oleh program pendampingan untuk pengembangan usahanya selama satu tahun dengan kelas pendampingan bisnis yang diadakan setiap bulannya.

“Setelah peserta mendapatkan wawasan dalam seminar, nantinya mereka akan terus kita follow up, kemudian juga pendampingan sampai mereka berhasil tentunya sesuai dengan kaidah – kaidah syariah,” jelasnya.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa pengawalan setelah adanya kesepakatan dan implementasi dari modal yang diberikan merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh para pengusaha milenial saat ini.

“Tantangan untuk penerapan bisnis berkelanjutan syariah itu adalah bagaimana pengawalan setelah adanya akad dan implementasinya, perlu waktu dan kesabaran ysng luar biasa untuk mencapai goalnya,” papar imam.

Sementara itu, program penanaman modal syariah, BMH bekerjasama dengan Koperasi Syariah Quantum Sinergi Usaha (QSA) memiliki peluang yang sangat besar bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha yang  sukses.

Program ini telah memberikan dampak perubahan nyata bagi peserta sebelumnya.

“Setelah saya mengikuti parade ini dan juga pendampingan, tujuh bulan lalu omset saya hanya Rp 300 jutaan, tapi sekarang omset saya meningkat 100 persen, sekitar Rp 650 jutaan,” papar Agus.

Tak hanya itu saja, Agus juga mengatakan bahwa sistem kerja di tempat usahanya saat ini sudah tertata lebih profesional serta usahanya tersebut sudah auto pilot dengan tanpa harus ada ownerpun usaha tersebut masih bisa berjalan.

Agus berharap kegiatan tersebut nantinya akan lebih banyak lagi dalam pelaksaan parade entrepreneur tersebut.*/Mus

“Saya berharap parade inj dilaksanakan lebih dekat lagi jaraknya, sebab dengan adanya kegiatan ini saya bisa menjaring UKM kecil yang berjalan sendiri, sehingga akan bisa bersinergi dengan UKM satu dengan lainnya,” pungkas Agus.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *