Gempa Susulan 6,2 SR Tim Ambulan Bergerak Ekstra

Gempa susulan yang terjadi pada Kamis, 9 Agustus 2018 telah menyebabkan terjadinya tambahan kerusakan dan korban jiwa serta korban luka.

“Gempa susulan itu memang tidak begitu terasa di Mataram. Tetapi begitu relawan di Lombok Utara memberikan info darurat, segera empat ambulan BMH dikerahkan ke lokasi,” terang Kepala BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholiq.

Dua armada ambulan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengantar 3 pasien dari Lombok Utara yang harus dirujuk ke RSUD Provinsi di Mataram.

“Berangkat dari kantor kecamatan Pemenang tempat posko kesehatan TNI, 2 ambulans itu dikawal 1 polisi dan 3 tentara berkendara motor,” imbuh Kholiq.

Pasien luka-lula itu adalah pasangan suami istri dan seorang ibu.

“Mereka membutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan alat-alat medis seperti cek USG. Satu pasien sedang hamil,” ujar Syafitra, relawan BMH yang mengantar mereka.

Syafitra menambahkan bahwa dirinya sepanjang hari kemarin (9/8) menghabiskan waktunya bersama ambulan dalam melayani masyarakat.

“Pulang dari RSUD Mataram, kami segera kerja di gempa 6,2 SR. Saat itu terjadi kecelakaan lalu lintas, tabrakan antara sepeda motor di Mataram.

Saya dan Arham yang sedang melintas langsung merespon dan tanggap membantu. Korban Wanita muda umur 20-25 tahun konidisnya penuh Luka-luka di badan dan wajah. Langsung kita bawa ke RSUD Mataram.

Kemudian, sore hari evakuasi Ibu Nuraini yang menderita sesak nafas dan jantung dari dusun Sigarpenjalin ke Posko kesehatan BMH untuk pengobatan,” urainya dengan gestur kelelahan.

BMH telah menyiagakan 5 ambulan, yang empat di antaranya selalu sigap melakukan layanan untuk korban.

“Sejak gempa 7 SR ahad lalu, 4 ambulans BMH selalu siap siaga jika ada korban yang harus segera dilarikan ke RS atau pun posko kesehatan. Satu ambulan kita gunakan untuk emergency yang tak terduga,” tutup Kholiq.*/Siraj

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *