Gelar Upgrading Dai se-Sulawesi di Mamuju

Penguatan dakwah para dai harus didukung oleh kapasitas dai yang tidak hanya lihai di podium dan gesit di lapangan, tapi juga dapat memenuhi kebutuhan umat dan masyarakat, terlebih di era terkini dimana dai juga harus mampu menghadirkan narasi yang sejuk dan progressif serta memberdayakan.

Guna memenuhi tuntutan tersebut, BMH kembali menggelar upgrading dai di Mamuju Sulawesi Barat yang diikuti oleh para dai se-Sulawesi.

“Alhamdulillah Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Barat mendapat kehormatan menjadi tuan rumah untuk gelaran upgrading dai yang diikuti seluruh dai di Pulau Sulawesi,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya (27/9).

Sebanyak 52 dai antusias mengikuti gelaran upgrading selama 4 hari (24-27 September 2020).

Dalam kesempatan ini hadir memberi semangat, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahad, MM yang sekaligus membuka acara tersebut.

“Bagi saya, dai-dai Hidayatullah ini sudah seperti saudara. Karena dari awal perintisan Hidayatullah di Mamuju saya sudah kenal, dan bahkan sejak saya masih jadi Sekda Kabupaten saya sudah dekat dengan Hidayatullah, terlebih dai-dai Hidayatullah sangat dekat dengan saya, karena saya juga orang yang masih belajar agama, dan pesan nabi kita, siapa yang dekat dengan ulama dia akan kebagian sholehnya,” ungkapnya bersemangat.

Sementara itu, narasumber utama dalam upgrading dai se-Sulawesi ini, DR. Nashirul Haq, MA mengatakan bahwa dai era milenial harus tampil dengan keteladanan dan produktivitas.

“Dai masa kini harus lebih sungguh-sungguh dalam menghadirkan keteladanan dan produktivitas dakwah. Mental baja, semangat berkiprah, hingga ibadah yang sungguh-sungguh harus menjadi karakter utama, agar umat tercerahkan dan terbimbing dengan baik. Sebab, dakwah hakikatnya buakn semata podium tapi lebih jauh adalah keteladanan dalam kehidupan,” urainya./Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *