Full Ramadhan Bersama Mualaf Suku Togutil

Sebulan lamanya BMH menemani masyarakat mualaf di hutan Halmahera, yakni suku Togutil. Mereka merasa bahagia dan bersyukur, pasalnya dalam keterasingan dan ketertinggalan mereka di dalam hutan-hutan, mereka bertemu dengan dai tangguh sehingga dapat terus menikmati indahnya cahaya Islam.

“Alhamdulilah, waktu yang lumayan sebenarnya untuk aktivitas kota ke hutan dan menyeberang laut. Tetapi akhirnya bisa juga tuntas dijalankan. BMH bersama dai tangguh sebulan full mengawal Ramadhan mualaf Suku Togutil,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, Arif Ismail (24/5).

“Salam hormat dari suku Togutil untuk segenap kaum Muslimin yang peduli kepada mereka, termasuk melalui BMH,” imbuh Arif.

Sementara itu, Ustadz Nur Hadi menjelaskan bahwa tantangan membina suku terasing bukan pada kemampuan retorika tetapi menghadirkan keteladanan yang menguras tenaga dan membutuhkan kesabaran.

“Alhamdulillah, dakwah memang harus sinergis, tak bisa seorang diri. Alhamdulillah saya bersama BMH terus hadir membina mereka yang haus dengan cahaya Islam ini,” ungkap Ustadz Nur Hadi.

“Harapan kami sederhana, bagaimaan warga suku Togutil tetap dan semakin semangat dalam belajar Islam. Kita latih bercocok tanam agar tak lagi sibuk mencari makanan berhari-hari di hutan,” tambah dai tangguh BMH itu.

Selama Ramadhan tidak kurang dari 500 paket sembako untuk Mualaf Togutil.

Sebuah keberkahan tersendiri bagi mereka yang terus mengundang rasa syukur dan bahagia.

“Alhamdulillah, terima kasih Ustadz, BMH selalu membantu kami, ilmu sampai sembako. Semoga Allah membalas dengan limpahan berkah dan kebaikan. Salam kami kepada segenap kaum Muslimin,” tutur Ahmad Zaki, salah seorang mualaf suku Togutil.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *