Fasilitas Pendidikan untuk Anak-Anak Korban Gempa Bumi Palu

Berada tepat di pingir pantai dari teluk Palu Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Tondo, Mantikulore, Palu Barat mengalami kerusakan bangunan akibat gempa yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Setahun berlalu Palu terus berbenah. Pendidikan mulai berjalan normal dan pembangunan sudah mulai terlihat.

“Kami terus mengingat kejadian gempa ini, namun kami harus bangkit dan kami tetap melanjutkan sekolah dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Salahuddin Al Ayyubi seorang santri kelas 2 SMP Hidayatullah Palu.

Menghantarkan cita-cita Salahuddin Al Ayyubi dan kawan-kawanya untuk bersekolah dengan layak, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama dengan Yayasan Al Muslim Foundation dan Yayasan Hatch Barnwel berinisiasi melakukan pembangunan fasilitas pendidikan.

Peresmian pengunaan ruang lokal sekolah dan dapur umum santri yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Tondo (30/11) dihadiri langsung oleh CEO BMH Marwan Mujahidin, Kadiknas Kota Palu, Ansyar Sutiadi dan undangan.

Marwan Mujahidin mengungkapkan pasca gempa Palu setahun lalu BMH terlibat aktif dalam bantuan kemanusiaan dan recovery.
Penguatan fasilitas pendidikan yang ada diharapkan mampu mempercepat pemulihan pasca gempa.

“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas ini menjadi bagian untuk melahirkan generasi yang unggul dengan kemampuan intelektual dan spiritual yang mempuni hingga mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Marwan Mujahidin.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Anysar Sutiadi mengatakan, “Keberadaan Laznas BMH yang hadir dan memberikan bantuan bagi masyarakat merupakan upaya konkrit untuk merecovery dan pemulihan pasca gempa Palu,” tuturnya usai persemian gedung sekolah dan dapur umum santri.*/Bas

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *