Faris yang Gemar Amal Sholeh

Inspirasi bisa datang darimana saja, termasuk bocah bernama Faris.

Anak yang sehari-hari tinggal di Desa Mancan Tanggar itu setiap hari selalu datang ke proyek perintisan pesantren. Bukan untuk melihat-lihat, tapi selalu mau terlibat.

“Faris selalu membantu kami kerja, mulai dari angkat batu, campur semen hingga potong kayu. Anehnya, anak itu melakukan semuanya tanpa ada lelah di wajahnya. Senang terlihat ia melakukan semua itu,” terang Kepala BMH Perwakilan NTT, Hasbullah.

Sekarang Faris duduk di kelas 5 SD Macan Tanggar. Anak bungsu dari M.Sailung dan Jennah itu hidup 4 bersaudara.

Faris memang dididik oleh orangtuanya untuk selalu terlibat dalam kebaikan.

Setiap hari, orang tuanya berkata, “Do’o wan hau ga bantu ustadz, ee.., Faris yang artinya “Kamu di sini bantu Ustadz, ee…, Faris.”

Faris mungkin belum sepenuhnya sadar akan kebaikan yang dilakukan. Tapi seperti sebuah upaya membangun karakter positif dalam diri, apa yang dilakukan oleh Faris seperti pondasi untuk sebuah bangunan tinggi dan besar di masa nanti.

Dari Faris kita bisa belajar bagaimana bahagia dan senang melakukan kebaikan, terlibat dalam kebaikan. Dan, yang tak kalah penting taat kepada kedua orangtua.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *