Diskusi Peradaban Dai Muda se Jabodebek

Bekerjasama dengan berbagai unsur, Laznas BMH menggelar kegiatan diskusi peradaban dengan nara sumber utama, Ustadz DR. Abdul Mannan, MM.

Dalam diskusi yang berlangsung selama 3 jam itu diuraikan pentingnya para dai muda sebagai pelaku peradaban memahami visi besar Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan umat manusia untuk menjadi pelaku-pelaku kebaikan di muka bumi.

“Para dai muda adalah pioner sekaligus penggerak umat, yang karena itu pengembangan intelektual sekaligus spiritual menjadi tanggungjawab tak terpisahkan. Umat tidak akan tercerahkan jika para dai tidak mampu merasakan kenikmatan ibadah dan dakwah,” terang Ustadz DR. Abdul Mannan, MM.

Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Pusat, Zainal Abidin mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari peningkatan mutu sumber daya manusia yang menjadi program bekelanjutan.

“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar. Program semacam ini termasuk pembangunan sumber daya manusia, spesifiknya meningkatkan kapasitas dai muda yang berada di Jabodebek, sehingga mereka memiliki motivasi dan inovasi yang relevan di dalam membina umat,” ucapnya.

Dai yang bertugas di Bogor, Munawir Baddu, MHI, mengaku senang dengan pemberdayaan yang seperti ini.

“Ini acara yang sangat penting, perlu model pemberdayaan dai yang seperti ini, agar kami yang di lapangan tidak kehilangan panduan dan arah di dalam membina umat, lebih-lebih dai bagaimanapun juga setiap hari bersama masyarakat,” jelasnya.

Program pemberdayaan dalam bentuk diskusi peradaban selanjutnya akan digelar secara teratur dengan tema-tema yang aktual, faktual, serta relevan dengan spirit membangun peradaban Islam.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *