Di Majene Relawan Tidur di Perkebunan Warga

Kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa berkekuatan 6,2 M telah memaksa warga tidak berani kembali ke rumah masing-masing.

Rata-rata warga masih trauma dan khawatir gempa susulan terjadi dan potensi tsunami.

Kondisi itu jadikan relawan BMH dan SAR Hidayatullah pun harus rela tidur pada malam hari (16/1) di pekarangan milik warga.

“Malam ini kami memutuskan menginap di salah satu titik pengungsian. Tepatnya di sebuah areal perkebunan warga yang terletak di ketinggian Kecamatan Malunda-Majene,” terang Koordinator Lapangan BMH, Syamsuddin.

“Di sini, kami mendirikan tenda sendiri, di antara tenda terpal yang ditempati oleh beberapa keluarga penyintas di lokasi,” imbuhnya.

Mengingat listrik yang masih padam, menuju tempat tersebut relawan harus berjalan kaki meniti jalan tanah yang mendaki.

“Meraba-raba dalam gelap malam diantara bias cahaya senter yang kami pakai,” tutur Syam.

“Butuh kesungguhan yang lebih. Apalagi jalanan masih basah. Masih cukup licin. Karena hujan masih sering mengguyur sejak beberapa hari terakhir,” sambungnya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *