Desa yang Tahunan Tak Ada Kurban Dapat Kebahagiaan dari BMH dan FoZ Jember

Hidup ini adalah anugerah dan semakin indah dengan sinergi kebaikan dari beragam pihak.

Rabu (5/08/2020) BMH Gerai Jember bersama sejumlah Lembaga Amil Zakat Daerah (Lazda) yang tergabung dalam Forum Zakat (FoZ) Jember sinergi dalam program bersama Kementrian Agama Kabupaten Jember dalam bentuk kegiatan penyaluran Daging Qurban dan Paket Sembako.

“Alhamdulillah sinergi yang indah di momentum Idul Adha dengan tema Sinergi Kebaikan Qurban,” terang Koordinator BMH Gerai Jember, Andi Rohsyiandi.

Pukul 07.00 WIB sejumlah amil serta armada dari LAZNAS dan LAZDA se Kabupaten Jember telah berkumpul di halaman kantor Kementrian Agama Kabupaten Jember.

Selanjutnya bersama-sama konvoi menuju lokasi desa penyaluran yang berada di Dusun Sumbermanggis, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan medan yang berliku, dan menanjak, serta jalan yang semakin menyempit.

“Dikarenakan ruas jalan yang sangat sempit, membuat beberapa kali armada rombongan BMH dan LAZ lainnya harus berhenti sejenak di pinggir jalan saat berpapasan dengan kendaraan truk besar dari arah berlawanan, dengan ekstra hati-hati agar kendaraan tak terperosok ke jurang. Ngeri juga,” tutur Andi.

“Bahkan di tengah perjalanan semua armada konvoi terpaksa dibantu dorong oleh warga setempat karena tak kuat menanjak,” imbuhnya.

Memperhatikan kondisi jalan yang berat, medan yang cukup terjal, akhirnya diputuskan seluruh armada konvoi berhenti dan diparkir di rumah warga.

Tak patah semangat, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi menggunakan sepeda motor warga.

“Alhamdulillah, antusias warga sangat luar biasa ketika rombongan tiba. Selepas istirahat sejenak dan menunaikan sholat Dhuhur, acara penyaluran dilaksanakan dengan tetap berupaya menjaga protokol Covid-19 yang ada, tak lupa warga yang hadir diberikan masker,” jelas Andi.

Desa yang letaknya di perbatasan antara Kabupaten Jember dan Probolinggo itu selama ini belum pernah ada kurban di sana dan kurang tersentuh perhatian pemerintah.

Windi (45 th) mengaku bahwa selama ini belum pernah ada kurban dan belum pernah merasakan daging kurban.

“Sobung kurban sekaleh, pon tahonan. Alhamdulillah, nikah olle daging kurban. (Tidak pernah ada pelaksanaan kurban selama bertahun-tahun. Alhamdulillah, sekarang mendapatkan daging kurban,” ucapnya.

Sebanyak 26 KK menerima bantuan berupa daging kurban serta sembako dalam agenda tersebut.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *