Dakwah Dai Tangguh Cinta NKRI

Dakwah tak selalu berbentuk ceramah, terlebih kala bicara bagaimana mencintai bangsa dan negara. Dakwah dilakukan dengan pengenalan dan praktik langsung.

“Orang Suku Togutil terasing pedalaman Halmahera juga saudara kita. Mereka perlu kita rangkul dan gandeng bersama, terutama untuk mereka paham bahwa dirinya adalah bagian dari bangsa dan negara Indonesia yang kita cinta,” terang dai tangguh BMH, Nur Hadi (18/8).

“Walaupun mereka tinggal di tengah hutan dan jauh dari masyarakat, mereka juga perlu kita tanamkan kecintaan kita kepada NKRI. Bahwa mereka hidup di tanah negara Indonesia, harus cinta dan bangga menjadi negara Indonesia,” imbuhnya.

Nur Hadi mengisahkan bahwa upacara yang digelar di pinggir hutan itu tidaklah biasa bagi kebanyakan orang.

“Untuk mengikuti upacara ini, orang suku harus turun dari hutan mulai kemarin malam dan sampai pada pagi hari, hari Senin 17 Agustus 2020. Mereka berjalan kaki berjam-jam dari hutan sambil membawa anak-anak yang masih kecil dan ada yang masih bayi. Tapi itu sudah hal biasa bagi orang suku, jalan jauh berhari-hari,” ungkapnya.

Upacara ini sangat istimewa karena orang suku sendiri yang mengkibarkan dan mengerek bendera Merah Putih serta diiringi lagu Indonesia Raya.

“Ada rasa haru dan khidmat disaat bendera merah putih perlahan naik keatas. Semuanya terdiam khidmat dan mengikuti upacara dengan antusias,” tutur Nur Hadi.

Dakwah juga berbicara bagaimana cinta dan ikut serta membela bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai. Program dakwah adalah program strategis dalam upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *