Dai Tangguh BMH, Ustadz Ahmad Komaruddin Bahagia Dakwah di Pedalaman

Menjadi dai bukan sebuah pilihan biasa, orang akan mengambil jalur ini hanya kala memiliki pandangan jauh perihal bagaimana membangun manusia, umat, bangsa dan negara demi mendapat ridha Allah.

Ustadz Ahmad Komaruddin salah satu dari orang yang tidak biasa itu. Pria 28 tahun itu bahagia memilih jalur dakwah di pedalaman, tepatnya di Desa Patlean, Kecamatan Maba utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Tim BMH, Dzul Ikrom menuturkan untuk sampai ke Desa Patelan mesti melakukan perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari.

“Jalanannya eksterim, ada tebing longsor, menyusuri sungai yang arusnya deras, hingga harus rela jalan kaki berjam-jam,” tutur Dzul.

“Ya, inilah tantangan dan warna kala menuju pedalaman. Itu baru perjalanan, belum dakwahnya itu sendiri,” sambung Ustadz Ahmad yang asli Jember, Jawa Timur itu.

Sejauh ini telah ada 300 orang yang mendapatkan hidayah dari kiprah dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Ahmad.

“Saat ini sehari-hari pembinaan dan pembelajaran mulai Alquran, kajian akhlak dan pemberdayaan untuk skill pertanian. Alhamdulillah sangat bersyukur dan bahagia oleh Allah diberi kesempatan berarti di sini, di pedalaman ini,” tutur Ustadz Ahmad sembari tersenyum.

Lebih jauh Ustadz Ahmad mengakui bahwa program dakwah yang dijalankan selama ini dapat berjalan baik dan lancar di antaranya karena dukungan para donatur BMH melalui kesadaran gerakan zakat dan infaq.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *