Dai Tangguh BMH “Habiskan” Ramadhan di Hutan Halmahera

Dai Tangguh BMH, Ustadz Nur Hadi saat berada di hutan menemani Suku Togutil di Desa Woda Kecamatan Oba Kabupaten Tidore Kepulauan (7/6)

Nur Hadi nama lengkapnya. Pria yang kini menjadi dai tangguh BMH di Wilayah Maluku Utara ini terbilang sangat mencintai dunia dakwah.

Bisa dibayangkan, pria asli Pemalang Jawa Tengah ini mampu berdialog layaknya orang Ternate, Tidore dan Tobelo.

“Di sini memang harus bisa beradaptasi seperti ini,” ungkapnya kepada tim BMH kala berkunjung ke Tidore Kepulauan pada hari ke 10 Ramadhan 1438 H.

Saat dihubungi Senin (19/6), Ustadz Nur Hadi yang kala menimba ilmu di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya aktif sebagai pegiat dakwah di LDK STAIL itu tidak dapat merespon. Keesokan harinya, Selasa (20/6) baru masuk jawaban.

“Assalamu’alaikum. Mohon maaf saya baru keluar hutan di Maba Selatan Halmahera Timur,” tulisnya dalam aplikasi chatting kepada BMH.

“Saya keliling ke daerah-daerah muallaf binaan kita,” imbuhnya menerangkan dirinya yang baru bisa merespon.

Ketika ditanya bagaimana kalau ingin ke Halmahera Timur, Ustadz Nur Hadi menerangkan cukup detail.

Dai Tangguh BMH Ustadz Nur Hadi foto bersama Suku Togutil di bivak mereka di dalam hutan

“Naik mobil lintas dengan biaya yang cukup mahal, kemudian makan waktu 1 hari dengan kondisi jalan yang cukup terjal dan menantang adrenalin,” tuturnya.

Ustadz Nur Hadi menjalani dakwah itu semua di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Nggak capek ustadz?” tanya tim BMH. Beliau sontak menimpali, “Capek, tapi itu lebih baik,” ucapnya sembari tersenyum.

Setelah ditelisik lebih jauh, Ustadz Nur Hadi menjelaskan perilhal kedatangannya kembali ke Halmahera Timur di akhir Ramadhan.

“Ada beberapa orang suku ingin masuk Islam. Mereka ingin segera, maka kami siapkan supaya selesai lebaran bisa masuk Islam.

Bahkan saking semangatnya, entah darimana orang suku itu sudah memakaikan jilbab untuk anak perempuannya, padahal baca syahadat pun belum,” urainya.

Subhanalloh, demikianlah hidayah kala menyapa hati umat manusia. Semua seruan kebenaran rasanya ingin segera dilaksanakan agar tentram hati agar kokoh keimanan.

Ustadz Nur Hadi bersama Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat Dede HB saat berjalan meninggalkan hutan tempat Suku Togutil berkehidupan (8/6)

“Tetap semangat ya Ustadz Nur Hadi. Semoga dakwah ini menjadikan kemuliaan bagi kita semua, Aamiin,” ucap Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat, Dede Heri Bachtiar menyampaikan doanya.

Seperti diketahui secara massal, Ustadz Nur Hadi adalah dai tangguh BMH yang pertama kali dengan mitra dakwahnya di lapangan menemukan keberadaan Suku Togutil.

Sampai saat ini, lulusan STAIL 2010 ini tetap terdepan dalam memberikan layanan dakwah kepada mereka, terutama yang secara sukarela menyatakan diri siap memeluk agama Islam. “Insya Allah terus bergerak dan berkarya dalam dakwah,” ucapnya memberikan spirit.

Mari bersama Laznas BMH kita hidupkan dakwah di pelosok, pedalaman dan kepulauan. Karena setitik hidayah yang menyapa anak manusia adalah kemuliaan abadi bagi kita yang nyata peduli.*/Herim

 

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *