Dai Harus Jadi Teladan dan Mandiri

Laznas BMH Pusat menggelar upgrading dai di Hotel Sofyan Jakarta Selatan (30/1). Hadir sebagai narasumber Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, MA.

Dalam acara yang diikuti oleh dai dari Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi itu, Nashirul berpesan agar para dai meningkatkan kemampuannya untuk bisa menjadi teladan sekaligus mandiri dalam hal ekonomi.

“Hal paling penting bagi dai bagaimana mampu memberi teladan kepada mad’u-nya dan ini yang berat bagi seorang dai. Karena beginilah seorang dai yang ideal sebagaimana Nabi dan para Sahabat telah menjadi teladan yang terbaik bagi umatnya lagi memiliki sikap mandiri,” terangnya.

Doktor lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) ini menekankan pentingnya materi ini karena seorang dai dan muballigh adalah panutan di tengah masyarakat.

“Tidak hanya sekedar memberi taklim dalam bentuk ceramah, taushiyah dan khutbah saja. Namun dai di mata masyarakat adalah panutan yang mana lisan dan perbuatannya menjadi contoh yang diikuti oleh mereka,”imbuhnya menekankan.

Lebih dari itu dai juga harus mandiri agar tetap terjaga integritas dan idealismenya.

“Harga dirinya tidak terbeli sehingga seorang dai tetap bisa menyuarakan kebenaran. Menyampaikan dakwah tanpa menunduk kepalanya,” ulasnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama BMH dengan Garda Kota. Sejauh ini program yang diluncurkan oleh Garda Kota adalah penyediaan dai, khatib, guru ngaji, marbot dan lainnya. Selain itu juga mendirikan TPQ, Rumah Qur’an dan program keummatan lainnya.

“Baitul Maal Hidayatullah sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional sangat mensupport kegiatan upgrading seperti ini karena salah satu program unggulan BMH adalah Dai Berdaya,” kata Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin.*/Dayat

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *