Puluhan Santri Hidup Kesulitan Air dan Listrik

Sebanyak 28 santri mendalami ilmu keagamaan di Pesantren Hidayatullah Teluk Bintuni, Papua. Pesantren satu-satunya di SP 3 Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat Tersebut tidak memiliki tempat wudhu. Bisa dibayangkan betapa kesulitannya santri di Pesantren Hidayatullah? Mereka menunggu selama 2 tahun lamanya, namun hingga saat ini pembangunan tempat wudhu tak kunjung selesai.

 

b6720ec9-44e9-452d-891f-1a98ee786880.jpg

Butuh usaha keras untuk seseorang bisa tiba ke Pesantren Hidayatullah, tanah berbatu hanya menjadi satu di antara puluhan rintangan lainnya. Sulitnya akses jalan dan letaknya yang terbilang ada di pelosok mengakibatkan pembangunan pesantren terhambat. 

 

Bismillahirrahmanirrahim, atas izin Allah SWT, papan, triplek yang tipis, tiang-tiang dari kayu yang diambil dari hutan sekitar menjadikan pesantren ini rumah bagi para santri Papua. Seadanya. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi Pesantren Hidayatullah.

 

466f4cf6-1f8a-4805-9713-2a79b4d5778b.jpg

Jangankan akses jalan, untuk kebutuhan bersuci saja, pesantren ini hanya menggunakan 1 sumur dangkal. Untuk kebutuhan wudhu dan MCK, mereka harus rela mengantri lama. Kekhawatiran mereka tidak berhenti sampai situ saja.

Tidak seperti di kota-kota besar yang pada malam hari lampu-lampu di jalanan bersinar terang. Di Teluk Bintuni, tak jarang pemadaman listrik terjadi. Bahkan membutuhkan waktu 3 hari agar listrik dapat menyala! Inilah yang menyebabkan guru maupun santri belajar dengan menggunakan lampu emergency atau lilin.

 

26ffb530-1660-4eee-bf6a-3c3f0adf11ac.jpg

H. Said, merupakan pimpinan Pesantren Hidayatullah tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa cemasnya. Dirinya takut, dengan kondisi pesantren yang belum memadai membuat murid-muridnya satu per satu meninggalkan pesantren. Akan tetapi, melihat semangat santri yang setiap harinya terus bertambah, membuat hatinya kembali menghangat. “Saya tidak boleh menyerah demi para santri,” batinnya.

 

Dirinya terus mencari jalan bagaimana agar pembangunan pesantren tidak lagi tertunda. Tidak ada sepeserpun rupiah didapatkan H. Said dari orang tua santri, ia tidak ingin membebankan orang tua santri dikarenakan kecilnya penghasilan dari pekerjaan mereka yang rata-rata serabutan atau nelayan kecil.

 

e7d3b79d-c833-4afd-a3f3-9e96c105365f.jpg

Ada semangat yang terus membara, ada cita-cita tinggi yang akan dicapai para santri. 

 

#OrangBaik, mari kita bantu bangun Pesantren Hidayatullah di Papua menjadi rumah yang nyaman bagi para santri. Kamu bisa bantu dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran Transfer Bank BCA, BNI, Mandiri, Mandiri Syariah, BRI Syariah atau Mitrans (GO-PAY, Virtual Account Pertama Bank, BCA, Mandiri dll)

    Belum ada update

Belum ada donatur