Pahala Tak Terputus: Sedekah Bangun Masjid Pertama

41 tahun warga Dusun Barat Pulau Kangean patungan bangun Masjid tapi belum terealisasi!

 

Musholla Assalam berdiri sejak tahun 1980. Berawal dari keinginan warga yang ingin mendidik anak-anaknya belajar ngaji, akhirnya warga secara swadaya membangun mushola bilik kayu berkat bantuan kayu dari Perhutani.

 

d8fffff3-dd30-4489-bfa1-5dce722fba1a.jpg

 

Mushalla Assalam terletak di Pulau Kangean tepatnya di Desa Tembayangan Kec. Kangayan Kab. Sumenep Jawa Timur.

 

Terletak 120 km sebelah timur pulau Madura, untuk mencapainya harus menyeberang dengan perahu ditempuh 9 -10 jam dilanjut perjalanan darat 2-3 jam dengan medan jalan tanah yang licin dan berlumpur.

 

4c2e372b-4518-4051-9a19-f01a7cbde487.jpg

 

Semangat belajar dan ibadah warga sangat tinggi meski berada di pulau terpencil.

 

Di Mushola ini dipakai kegiatan warga mulai dari sholat jamaah 5 waktu, kegiatan silaturahim dan peringatan hari besar serta belajar ngaji anak-anak kepulauan.

 

e751b937-eff4-4115-b148-e8e9289c68e6.jpg

 

Perlahan anak-anak yang belajar ngaji semakin banyak, Mushola tidak kuat menampung. Belum lagi kondisi rapuh dimakan usia, kondisi Mushola ini makin reyot, atapnya mulai bocor, kayu-kayu dinding mulai keropos sehingga kurang nyaman dan merasa was-was dan takut roboh untuk dipakai ibadah warga khususnya saat diniyah anak-anak.

 

“Untuk sholat jamaah warga harus bergantian karena ruangan mushola tidak cukup, kadang kalau pas ada angin takut-takut juga didalam mushola ini khawatir ambruk”. Ujar Ustadz Aminullah sang Guru Ngaji.

 

2eca9f99-636e-4db8-80a4-1b1f06adf220.jpg

 

Ustadz Aminullah tidak meminta biaya sepeserpun saat ngajar ngaji kepada anak-anak dan warga semua dia Gratiskan. “Saya tahu kondisi warga di pulau sini seperti apa, yang penting anak-anak pulau ini bisa mengaji dan harus sekolah” katanya.

 

“Warga disini punya impian besar dan selama ini mereka sudah berikhtiar dengan swadaya ingin membangun Mushola ini menjadi Masjid, supaya lebih luas, lebih kuat, lebih kokoh dan bisa menampung banyak jamaah, sehingga ibadah jadi tenang”.

 

Namun apalah daya, keterbatasan ekonomi menjadikan kendala, sehingga mimpi hanyalah angan-angan dan harapan warga di pulau ini.

 

Keadaan ekonomi masyarakat Tembayangan rata-rata menengah ke bawah, penghasilan utamanya 95% adalah tani. Tani pun di desa ini hanya sekali setahun menanam padi, karena kesulitan air tawar, di Pulau Kangean ini rata-rata air tanahnya asin. Masyarakat Tembayangan hanya bisa menanam padi pada musim hujan aja.

 

Sahabat, mari ikut patungan bantu pembangunan Masjid untuk warga Pulau Kangean. Bantu puluhan warga rasakan nikmatnya bersujud di Rumah Allah.

Dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran Transfer Bank BCA, BNI, Mandiri, Mandiri Syariah, BRI Syariah atau Mitrans (GO-PAY, Virtual Account Pertama Bank, BCA, Mandiri dll)

    Belum ada update

13 Sep 2021

Hamba Allah
Rp 150.058