Buka Puasa Berkah, Logistik, dan Bantuan Hasil Tani untuk Yayasan Ibadurrahman

Mendapatkan  informasi dari masyarakat terkait adanya Rumah Quran yang selama ini mengurus dan mendidik anak-anak yatim-dhuafa di Yayasan Ibadurrahman Bekasi, Tim Satgas Covid-19 BMH segera meresepon informasi tersebut dengan mengirimkan bantuan berupa logistik sembako, paket hasil tani serta Alquran bagi anak-anak dan pengurus di yayasan tersebut.

Muawanah (56thn) selaku pengasuh Rumah Quran wisma asuh ‘Ibadurrahman yang terletak di RT.04 RW.06 Jatiwaringin Bekasi ini mengungkapkan dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19.

“Sangat terasa sekali bagi kami dan anak-anak. Biasa setiap datangnya bulan puasa seperti ini kami banyak menerima kunjungan dari para muhsinin yang ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Namun tahun ini sangat minim yang datang bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada, karena selain diberlakukannnya PSBB oleh pemerintah sejak sebelum ramadhan, para muhsinin juga merasakan dampak yang sama akibat covid-19 ini,” ungkapnya.

“Tapi Alhamdulillah kami tetap bersyukur hari ini (11/5) kami menerima kunjungan BMH, kami doakan semoga BMH terus diberikan kesehatan dan kesejahteraan dalam berjuang untuk kesejahteraaan umat. Dan juga kami ucapkan terimakasih kepada para donatur semua,” sambungnya.

Anak-anak yang menempuh pendidikan di Yayasan ini datang dari berbagai daerah yang latar belakangnya rata-rata adalah masalah pendidikan dan ekonomi keluarga.

“Alhamudillah anak-anak disini terus semangat belajar dan menghafal Quran meskipun kebahagiaan mereka tahun ini agak berkurang karena selain dampak Covid-19 mereka juga tetap harus bertahan di Yayasan saat lebaran tiba nanti karena tidak bisa pulang kerumah sanak keluarganya,” jelas Muawanah.

Jeje (8 thn) salah satunya, gadis kecil yang tak lagi pernah bertemu dengan orang tuanya sejak 2 tahun lalu.

Ia berkeinginan memiliki pakaian dan mukena baru saat lebaran tiba, anak seusia dia tentu wajar sebagai mana anak-anak pada umumnya yang berharap memiliki baju baru yang dapat dikenakan pada hari raya Idul fitri tiba, tapi apa daya mereka anak asuh yang jauh dari orang tua dan bahkan sebagian tidak memiliki orang tua.

“Mereka hanya bisa menyampaikan keinginan mereka yang terpendam dalam hatinya,” ungkap Muawanah.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *