Budidaya Jamur Tiram untuk Guru Ngaji Gunung Lawu

Mengabdikan diri untuk pendidikan agama anak-anak di kampung adalah pilihan yang dilakukan oleh Ustadz Eko Cahyono, dai muda asal Parang Magetan.

Dai lulusan Sarjana Pendidikan IAIN Ponorogo itu lebih memilih ngajar ngaji anak-anak di kampungnya karena ia terpanggil untuk ikut mencerdaskan anak bangsa meski tidak lewat pendidikan formal ngajar di sekolah.

Aktivitas itu dilakukan setiap hari dengan sabar dan telaten karena ia yakin dengan jalan seperti inilah, kehidupannya akan ditolong Allah SWT.

Selain itu Ustadz Eko dalam kesehariannya mengembangkan budidaya jamur tiram untuk menjadikan dia lebih mandiri dan berdaya.

“Sehari-hari dibantu istri, saya menekuni budidaya jamur tiram mulai dari proses persiapan perangkat operasionalnya, merawat, memanen sampai pemasaran ke pasar-pasar dan hasilnya kini sudah mencukupi kebutuhan dan bisa lebih mandiri,” terangnya.

Budidaya jamur tiram ini menjadi pilihan menarik bagi Ustadz Eko, karena ia tinggal di wilayah berudara sejuk tepatnya di kaki gunung Lawu Magetan.

Ia sangat berterimakasih kepada BMH karena sudah diberikan bantuan modal usaha sampai pendampingan.

“Terimakasih kepada donatur BMH yang sudah memberikan bantuan kepada kami untuk mengembangkan budidaya jamur ini selain saya ngajar ngaji,” ungkapnya.

Semoga hadirnya program pemberdayaan BMH ini kian menguatkan kiprah dai tangguh yang telah berdedikasi membangun negeri mencerdaskan generasi bangsa.*/Mustofa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *