BMH-GNB Berikan Sembako untuk Guru TPA

Senyum ceria begitu nampak di wajah Ibu Wati, seorang guru ngaji yang sehari-harinya mengajar di salah satu masjid kecil di Desa Argosari, Samboja, Kutai Kartanegara.

Sejak wabah Covid-19 ia tak lagi bisa mengajar. Demi pencegahan penyebaran Covid-19 TPA diliburkan.

“BMH hadir memberikan bantuan sembako untuk guru ngaji untuk 53 orang yang terdiri dari guru dan orang jompo, serta para janda,” kata Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Timur, M. Rofiq (4/4).

Bantuan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

“Sudah hampir sebulan kami ini guru-guru ngaji tidak mengajar karena himbauan dari pemerintah untuk meliburkan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak anak-anak. Dengan kebijakan itu kami guru ini bisa saja tidak menerima insentif mengajar, walaupun sebenarnya juga tidak banyak tapi cukuplah membantu kami guru di desa-desa ini. Syukur Alhamdulillah, ada bantuan dari BMH dan Gerakan Nimat Berbagi,” tandas Wati sambil tersenyum.

BMH Perwakilan Kaltim tengah menyiapkan 5000 paket sembako untuk didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat dhuafa di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang lagi tergoncang karena mewabahnya Covid-19.

“Ini adalah bagian dari rangkaian program bantuan sembako untuk ketahanan pangan mereka yang secara langsung terdampak oleh wabah Covid-19, sehingga mengalami penurunan daya beli yang jika dibiarkan akan berdampak lebih serius. Dan, BMH berharap jangan sampai ada di antara saudara kita yang kesulitan mendapat makanan. Semoga 5000 paket yang disiapkan ini dapat membantu mereka yang membutuhkan,” tutup Rofiq.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *