Bersama Syabab Hidayatullah Gelar Bedah Buku The Legacy

Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar bedah buku The Legacy yang ditulis oleh seorang praktisi IT lulusan Telkom University,  Novi Arian. Acara yang diadakan bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Syabab Jabodebek  itu diikuti  calon dai muda yang akan menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  Hidayatullah Depok di Aula Pesantren Hidayatullah Depok , Jawa Barat, Ahad (1/9).

“Kegiatan dengan tema Literasi Dai Muda The Legacy Menghadirkan Spirit Memberi Warisan Nilai Bagi Kehidupan ini kami hadirkan guna menjadi pengenalan dan bekal awal bagi para calon dai muda yang akan menimba ilmu di STIE Hidayatullah Depok. Tujuannya,  agar mereka sadar akan keberadaan dirinya yang dapat menghadirkan motivasi tinggi dalam dunia literasi, edukasi, dan tentu saja pengabdian di tengah kehidupan umat,” terang Sekretaris Wilayah PW Syabab Hidayatullah  Jaobedek yang sekaligus penanggungjawab acara, Hanifuddin Chaniago, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (1/9).

“Buku The Legacy My Wall My Adventure ini sejatinya bukanlah sesuatu yang istimewa untuk dibedah. Tetapi mengapa buku ini hadir, di sini kita perlu duduk bersama. Jadi, ketika kita melihat seseorang menggunakan baju berwarna kuning, maka sejatinya bukan warna itu sendiri yang menjadi substansi, tetapi motif dan kesan sang pengguna itu sendiri yang melatarbelakangi,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Nah, sama dengan seseorang kala melakukan ini dan itu, pasti didasari motif  tertentu. Di sini saya bisa jelaskan bahwa sejatinya buku ini hanyalah wujud dari motivasi diri saya untuk ikut serta menghadirkan nilai dan warisan nilai bagi kehidupan. Ketika seseorang punya keinginan memberikan kebaikan dan ingin kebaikan itu lestari dalam kehidupan, menulis buku adalah salah satu jalannya.”

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Mulia, Imam Nawawi yang bertindak sebagai pembanding menjabarkan bahwa apa yang telah dilakukan Novi Arian merupakan kebaikan yang bisa ditiru.

“Buku yang ditulis oleh Novi Arian ini sangatlah penting bagi dai muda untuk meningkatkan motivasi di dalam memberikan nilai bagi kehidupan. Tidak semata melalui mimbar dan masjid, tetapi bisa melalui karya berupa buku. Terlebih di era digital seperti ini, sarana untuk mempublikasikan gagasan kita tersedia sangat luas. Jadi, kita bisa tiru apa yang dilakukan oleh Novi Arian ini. Segera siapkanlah diri kalian untuk lebih produktif dalam dunia literasi dan berencanalah untuk menuliskan karya-karya kalian dari sekarang,” tuturnya.*/Republika.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *