Bersama Mushida Gelar Webinar Pra Nikah

Sinergi kebaikan terus dilakukan oleh BMH, kali ini bekerjasama dengan Muslimat Hidayatullah (Mushida) dalam edukasi masyarakat melalui program Webinar Pra Nikah dengan tema “Meraih Cinta Halal, Menggapai Berkah.”

“Kegiatan berpusat di Depok pada 14 November 2020 dengan dua narasumber ternama, yakni dr. Dewi Inong Irana, SpKK selaku dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian Hj. Irawati Istadi, S.Ag yang merupakan seorang penulis buku dan pakar parenting,” terang Direktur Program dan Pemberdayaan BMH, Zainal Abidin.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 – 11.00 WIB itu berlangsung sangat seru dan diwarnai antusiasme para peserta, karena kedua narasumber memberikan uraian perihal bagaimana sebenarnya sosok wanita dambaan pria yang sholeh.

“Pria yang sholeh mendambakan wanita yang senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah dan suami. Kemudian juga menjaga fitrah kebaikan wanita. Jadi, bukan yang sekedar penuh gaya dan banyak narsis,” jelas Irawati.

Sementara itu, dr. Dewi Inong menjelaskan bahwa penting sekali memahami siapa laki-laki dan perempuan.

“Perempuan dan laki-laki itu derajatnya sama, tugasnya berbeda. Oleh karena itu, penting sekali disadari bahwa hubungan yang dekat antara laki-laki dan perempuan dianggap sah secara hukum agama dan Negara Republik Indonesia, Pancasila,” tegasnya.

Tanpa melalui pernikahan, perempuan dan laki-laki akan terdampak banyak masalah, di antaranya infeksi menular seksual.

“Macam-macam penyakit ini ada HIV/AIDS, sifilis, gonore, IGNS, kondiloma akuminata, ulkus mole, herpes simpleks genitalis, hepatitis B dan C, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Untuk itu, wanita Indonesia harus terus belajar dan mengamati betul bahwa hubungan laki-laki dan perempuan hanya boleh dilakukan secara sah dalam hukum agama dan Negara Republik Indonesia, yakni melalui pernikahan..

“Menikah butuh persiapan, maka cari suami atau istri yang tepat dan cocok untuk kita, sekufu bahasa agamanya. Kemudian ikuti dengan shalat istikharah dan shalat hajat sampai pada hari pernikahan. Dan, ingat, jaga alat reproduksi kita sebelum menikah. Hanya boleh digunakan dengan suami atau istri yang sah secara hukum agama dan negara,” urainya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *