Bersama Mushida Gelar Pelatihan Ruqyah

BMH Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan ruqyah mandiri syar’iyah. Kegiatan tersebut diadakan di Masjid Asy-Syifa Andounohu, Kendari, Sulawesi tenggara (25/4) mulai pukul 08.00 sampai pukul 11.30.

Narasumber pelatihan ruqyah mandiri tersebut adalah Ustadz Mustamir. Seorang Praktisi Ruqyah dan juga pengurus Hidayatullah Sultra.

Kepala manager prodaya BMH Sultra, Hamsah mengatakan, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui ruqyah mandiri syar’iyah.

“Selama ini mindset masyarakat tentang ruqyah kalau diruqyah pada saat kesurupan, ruqyah itu susah dan menakutkan padahal ruqyah itu salah satu metode pengobatan cara nabi,” ungkap Hamsah.

Selain itu, Hamsah menambahkan bahwa mengedukasi masyarakat terhadap praktik-praktik ruqyah diikutkan dengan kesyirikan sehingga BMH mengundang narasumber yang melakukan ruqyah syar’iyah yang sesuai dengan ajaran syariat islam.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mempelajari salah satu cara pengobatan ala Nabi, tentunya bukan ruqyah sembarang ruqyah melainkan ruqyah mandiri syar’iyah  dan kami sangat mendukung karena kegiatan hanya bersifat pelatihan tanpa melakukan ruqyah massal yang bisa mengundang untuk membeberkan aib pasien ke khalayak umum. Apalagi ini kegiatannya gratis dan terbuka untuk umum, semoga ini menjadi syiar dakwah islam yang dipelopori oleh BMH Sultra,” papar Sudding selaku pengurus Masjid Asy-Syifa.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh 143 orang dari berbagai latar belakang peserta. “Ada dari kalangan guru, imam masjid dan ustadz, pengusaha,dan ibu rumah tangga bahkan dari dokter yang ikut pelatihan yang dilaksanakan oleh BMH Sultra bersinergi dengan Muslimat Hidayatullah Sultra (MUSHIDA).

Pelatihan tersebut dibagi dua  peserta. Ada khusus ikhwah dan khusus akhwat yang dipisahkan oleh hijab. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan oleh Ustad Mustamir bahwa yang pertama kali dimiliki oleh peruqyah adalah harus yakin bahwa Al-Qur’an sebagai solusi hidup kemudian harus berani dalam meruqyah diri sendiri maupun orang lain, tentu setelah memahami ilmunya,” urainya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *